Babel Pastikan Stok 41,8 Ton Bawang Cukupi Kebutuhan Masyarakat

Babel Pastikan Stok 41,8 Ton Bawang Cukupi Kebutuhan Masyarakat

--

BABELPOS.ID - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyatakan stok bawang merah dan putih di gudang distributor mencapai 41,8 ton dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah itu.

"Kami pastikan stok bawang ini mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, karena pasokan dari luar daerah lancar," kata Kepala Disperindag Provinsi Kepulauan Babel Tarmin AB di Pangkalpinang, Sabtu.

BACA JUGA:Seribuan Warga Serbu GPM Polsek Bukit Intan, 8 Ton Beras SPHP Ludes dalam Tiga Jam

Ia mengatakan hasil pemantauan di 11 gudang distributor bawang Pulau Bangka dan Belitung pada Jumat (29/8), stok bawang mencapai 41,8 ton dengan rincian bawang putih 23,3 ton dan bawang merah 18,5 ton.

Demikian juga stok cabai rawit sebanyak 0,9 ton dan stok cabai besar 1,2 ton tersebar di lima gudang distributor.

"Alhamdulillah, saat ini harga cabai mulai mengalami penurunan, karena pasokan dari luar daerah kembali banyak," katanya.

BACA JUGA:Lapas Pangkalpinang Ajak Forkopimcam Wujudkan Ketahanan Pangan Lewat Panen Semangka

Ia mengatakan saat ini harga cabai merah kriting di Pasar Pembangunan Pangkalpinang kisaran Rp40.000 hingga Rp50.000 per kilogram (tergantung kualitas cabai) atau turun dibandingkan pekan sebelumnya Rp55.000 hingga Rp65.000 per kilogram.

Demikian juga harga cabai rawit merah Rp50.000 hingga Rp55.000 per kilogram, cabai rawit hijau kisaran Rp50.000 hingga Rp55.000 per kilogram atau turun dibandingkan pekan sebelumnya mencapai Rp60.000 hingga Rp65.000 per kilogram.

BACA JUGA:Menteri Hukum Ambil Sumpah WNI Atlit Bola: Mauro Zijlstra Resmi WNI

 

 

Sementara itu, harga bawang merah masih bertahan kisaran Rp40.000 hingga Rp45.000 per kilogram dan bawang putih kisaran Rp34.000 hingga Rp37.000 per kilogram.

"Untuk memenuhi kebutuhan cabai dan bawang ini, kita masih mengandalkan pasokan dari luar daerah karena hasil petani lokal yang masih terbatas untuk memenuhi konsumsi masyarakat yang tinggi," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: