Bawaslu Babel Paparkan Partisipasi Pemilih di Pilkada Ulang Pangkalpinang dan Bangka

EM Osykar --Foto: ist
BABELPOS.ID, PANGKALPINANG – Ketua Bawaslu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, EM Osykar, memaparkan tingkat partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Ulang Tahun 2025 di Kabupaten Bangka dan Kota Pangkalpinang. Ia menyebut, partisipasi pemilih dalam dua daerah tersebut masih sedang berproses hingga seluruh tahapan selesai.
Berdasarkan data sementara, partisipasi pemilih di Kabupaten Bangka tercatat 54,92 persen dari 99 persen dari data TPS Bangka yang sudah masuk. Sementara itu, Kota Pangkalpinang menunjukkan 48 persen dari 61,8 persen data TPS Kota Pangkalpinang yang sudah masuk.
“Pilkada ulang ini memberi gambaran nyata bahwa partisipasi masyarakat masih menjadi bagian penting dalam pesta demokrasi, namun hal ini belum maksimal karena tergolong masih rendah. Ini harus menjadi catatan penting untuk kita semua agar proses demokrasi dapat lebih baik kedepan,” ujar Osykar dalam keterangannya, Rabu (27/8/2025).
BACA JUGA:Unggul Quick Count Pilkada Pangkalpinang, Ini Respon Perdana Udin-Dessy
BACA JUGA:Quick Count Charta Politika: Fery-Syahbudin Unggul Jauh dari 4 Pasangan Lainnya, Kuasai 6 Kecamatan
Menurutnya, partisipasi masyarakat tidak sekadar angka statistik, tetapi juga mencerminkan kualitas demokrasi yang terbangun di daerah. Partisipasi pemilih merupakan legitimasi hasil pemilu serta berpengaruh pada tingkat kepercayaan publik terhadap proses demokrasi itu sendiri.
Osykar menegaskan, Bawaslu mendorong semua pihak untuk bersama-sama meningkatkan kesadaran politik masyarakat. “Pemilu adalah momentum warga negara untuk menentukan arah pembangunan daerahnya. Satu suara memiliki arti besar dalam menentukan masa depan, sehingga partisipasi setiap orang sangatlah penting,” jelasnya.
Selain itu, Bawaslu juga berkomitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap faktor-faktor yang memengaruhi tingkat partisipasi pemilih. Mulai dari aspek teknis penyelenggaraan, aksesibilitas pemilih ke TPS, hingga peran aktif peserta pemilu dalam mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya.
“Partisipasi yang kuat adalah fondasi dari demokrasi yang bermartabat. Maka, edukasi politik dan sosialisasi kepada masyarakat harus terus diperkuat. Harapannya, pada pemilu berikutnya tingkat partisipasi bisa meningkat, dan demokrasi di Bangka Belitung semakin berkualitas,” pungkas Osykar.
BACA JUGA:Unggul Perhitungan Suara Versi PDIP dan Quick Count, Ini Respon Pertama Fery-Syahbudin
BACA JUGA:Salurkan Hak Pilihnya di TPS 006 Air Salemba, Gubernur Hidayat: Semoga Terpilih Pemimpin Terbaik
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: