Sekali lagi kita mengkhawatirkan soal masa depan generasi baru menjelang tahun emas Indonesia, sebagaimana hasil sebuah riset akademik, Asia Tenggara akan menjadi salah satu kawasan paling cepat terdampak perubahan iklim.
Sebagai konsekuensinya, anak yang lahir hari ini akan terkena dampaknya sebelum mencapai usia 30 tahun.
Pidato Presiden Prabowo menjadikan kita lebih optimis. Arah pembangunan nasional berada pada jalur yang tepat. Penurunan angka kemiskinan, pemerataan akses pendidikan dan kesehatan, serta terciptanya lapangan kerja baru adalah hasil nyata dari kerja keras dan kolaborasi.
Tantangan berikutnya adalah menjaga keberlanjutan transformasi, memperluas manfaat pembangunan, serta memperkuat fondasi ekonomi, sosial dan lingkungan.
Oleh karena itu pembangunan perlu terus melihat apa yang telah berhasil, apa yang masih perlu diperbaiki, dan di mana upaya pemerintah perlu diperkuat agar capaian yang telah diraih dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan.
Segala capaian bukanlah akhir, melainkan pijakan untuk melangkah lebih jauh. Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh elemen masyarakat, agenda pembangunan diarahkan untuk menjaga konsistensi transformasi menuju Indonesia yang berdaulat, mandiri dan sejahtera.
BACA JUGA:B50 dan Penyelamatan Devisa
BACA JUGA:Menyiapkan Manajer Kopdes Merah Putih Profesional