Oleh Dr Taufan Hunneman
Penulis adalah Dosen UCIC, Cirebon.
--------------------------------------------
BABELPOS.ID - Pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI di Gedung Nusantara, Jakarta Pusat, Jumat (14/8), membahas laporan kinerja pemerintahan selama 21 bulan terakhir.
Salah satu capaian terpenting pemerintah terlihat pada sektor pangan. Mengutip pidato Presiden, Indonesia disebut telah mencapai swasembada lebih cepat dari target awal.
Pemerintah juga menyatakan keberhasilan tersebut dicapai di tengah meningkatnya kekhawatiran dunia terhadap krisis pangan akibat perubahan iklim.
Pada sektor pangan misalnya, Presiden Prabowo mengaku Indonesia telah mencapai swasembada delapan komoditas pangan dalam waktu satu tahun.
Delapan komoditas yang dimaksud itu adalah beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.
Presiden menilai salah satu faktor yang mempercepat peningkatan produksi berasal dari penyederhanaan tata kelola pupuk.
Kebijakan tersebut diikuti peningkatan distribusi pupuk sepanjang tahun ini. Pupuk Indonesia (BUMN produsen pupuk), perusahaan memiliki kapasitas produksi mencapai 14,8 juta ton pupuk per tahun melalui lima produsen utama.
Untuk 2026, alokasi pupuk subsidi nasional ditetapkan sebesar 9,55 juta ton yang terdiri atas pupuk urea, NPK, pupuk organik, hingga ZA.
Pupuk Indonesia juga melaporkan realisasi penebusan pupuk subsidi hingga akhir Juni 2026 meningkat sekitar 30 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Distribusi tersebut didukung jaringan 494 gudang, lebih dari 1.000 pelaku usaha distribusi, serta sistem pemantauan digital yang memonitor penyaluran pupuk dari pabrik hingga titik serah secara real time.
Kemandirian di bidang pangan bukan hanya soal mencukupi kebutuhan konsumsi, tetapi juga bagian dari menjaga kedaulatan negara. Ketika Indonesia mampu menghasilkan bahan pangan secara mandiri, kita tidak hanya mengurangi kebergantungan pada impor, tetapi juga memperkuat ketahanan nasional secara menyeluruh.
Oleh karena itu, dukungan terhadap sektor pertanian menjadi salah satu fokus utama dalam menjalankan Asta Cita. Hal ini membuka ruang luas bagi kolaborasi antara pemerintah dan pelaku strategis, seperti Pupuk Indonesia untuk menghadirkan solusi nyata dalam memperkuat ekosistem pertanian nasional.