Meskipun secara tampilan berkembang, namun semangat yang ingin diusung dalam tradisi ini tepat sama, yaitu kebersamaan, sukacita, saling memaafkan dan menguatkan silaturahim menyambut bulan puasa Ramadhan.
Makna api yang menyala di tengah gelap melambangkan cahaya penerang dalam kehidupan, ini merupakan simbol nilai-nilai spiritual, harapan, dan persatuan masyarakat.
BACA JUGA:Patroli Dini Hari, Sat Samapta Polresta Pangkalpinang Beri Imbauan Kamtibmas di Kawasan Perbankan
Ribuan culok di Kampung Dayabaru bukan sekadar memperindah tempat tinggal, namun juga bercerita tentang syukur, tentang kebersamaan, dan tentang semangat menyambut Ramadan dengan hati yang terang.
"Tradisi 3.000 Culok Kampung Dayabaru sudah kami masukkan dalam agenda tahunan kegiatan budaya dan salah satu ikon wisata budaya menyambut Ramadhan di Bangka Barat.
Kami mengapresiasi para pemuda Ikatan Muda-Mudi Dayabaru (Imada) yang terus melestarikan tradisi ini," katanya.