Bangka Barat ajak warga jaga nilai Tradisi 3.000 Culok

Senin 16-02-2026,18:56 WIB
Reporter : Septi/Rel
Editor : Govin

BABELPOS.ID, MENTOK - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengajak warga menjaga nilai-nilai yang terkandung dalam Tradisi 3.000 Culok yang digelar rutin di Kampung Dayabaru, Mentok, menyambut bulan suci Ramadhan.

"Sukacita menyambut Ramadhan memiliki arti penting bagi masyarakat, mereka ingin bersama-sama merayakan datangnya bulan suci dengan penuh kegembiraan dan saling memaafkan," kata Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangka Barat Muhammad Ferhad Irvan di Mentok, Sabtu.

Menurut dia, tradisi turun-temurun yang masih tetap dijalankan warga Kampung Dayabaru dinamai Tradisi 3.000 Culok (sebutan untuk lentera).

BACA JUGA:Prediksi Usaha yang Berkembang Pada Tahun Kuda Api

Pada tradisi ini, warga secara sukarela bergotong royong memasang culok di depan rumah, sepanjang jalan kampung sampai ke gang kecil dengan kreasi masing-masingKehadiran ribuan lentera membuat suasana kampung berubah jadi terang, hangat, dan meriah.

"Culok dipasang menjelang Ramadhan dan tetap menyala sampai Idul Fitri, ini yang membedakan tradisi di Kampung Dayabaru dengan kampung-kampung lain.

Warga merayakan suasana suci dengan penuh kebersamaan dan hati riang," katanya.

BACA JUGA:Ibadah Perayaan Imlek 2577, Personel Polres Basel Lakukan Pengamanan

Tradisi 3.000 Culok dan pawai obor di Kampung Dayabaru, Mentok, tahun ini dijadwalkan berlangsung Sabtu (14/2) malam.

Selain memasang culok, pada minggu terakhir di Bulan Sya'ban warga juga menggelar pawai obor, seluruh warga, mulai dari usia anak-anak, remaja, orang tua, semua turun ke jalan.

Mereka berbaris rapi sambil membawa obor menyala, menciptakan parade cahaya yang bergerak perlahan menyusuri kampung.

Perjalanan pawai dimulai malam hari dari masjid utama kampung, rombongan bergerak mengelilingi rute yang sudah ditentukan, lalu kembali lagi ke masjid untuk berdoa dan menggelar "nganggung" (sebutan lokal kenduri) bersama.

"Suasana hangat penuh kebersamaan selalu membawa kenangan yang ingin terus diulang di lain kesempatan, tradisi ini bukan sekadar acara tahunan, tapi juga ajang mempererat silaturahim seluruh warga," ujarnya.

BACA JUGA:Ibadah Perayaan Imlek 2577, Personel Polres Basel Lakukan Pengamanan

Pada zaman dahulu, culok dibuat dengan sederhana, dari bahan bambu/kaleng bekas sebagai penampung minyak dan dipasang kain sumbu, namun pada perkembangannya, saat ini sudah lebih bervariasi dan dimodifikasi dengan perlengkapan yang lebih modern.

Kategori :