Pendapatan daerah disepakati sebesar Rp82,390 miliar lebih, atau mengalami penambahan sekitar Rp1,028 miliar dibandingkan rancangan sebelumnya.
BACA JUGA:Baru Keluar Penjara, Pria Ini Langsung Ditangkap Lagi di Depan Pintu Lapas
Sementara itu, belanja daerah juga mengalami penyesuaian sebesar sekitar Rp1,189 miliar, sehingga menjadi sekitar Rp2,189 miliar lebih.
Yus Derahman dalam kesempatan tersebut menyampaikan kabar baik terkait capaian di bidang kesehatan.
Kabupaten Bangka Barat berhasil meraih penghargaan sebagai daerah terbaik kategori akses dan kualitas pelayanan kesehatan.
Penghargaan tersebut diraih setelah Bangka Barat bersaing dengan sekitar 169 daerah lainnya.
Capaian itu dinilai menjadi hasil dari kerja bersama antara pemerintah daerah, DPRD, tenaga kesehatan, serta seluruh pihak yang selama ini mendukung peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Ini merupakan kabar baik untuk kita semua.
Kita bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas penghargaan ini.
Tentunya penghargaan tersebut tidak mudah didapatkan dan merupakan hasil kerja keras bersama,” ungkapnya.
BACA JUGA:YBM PLN UIW Bangka Belitung Tebar Kasih dan Kebahagiaan di Panti Lansia Al Maa'uun Belitung
Yus juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan anggota DPRD yang terus memberikan dukungan terhadap sektor kesehatan, termasuk dalam upaya meningkatkan akses pelayanan bagi masyarakat yang membutuhkan.
"Penilaian tidak hanya melihat aspek administrasi, tetapi juga akses dan kualitas pelayanan kesehatan serta upaya pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk kelompok kurang mampu,"ujarnya.
Kesepakatan KUPA dan PPAS Perubahan APBD 2026 yang telah ditandatangani menurut Yus, menjadi bagian penting dalam proses penyusunan Perubahan APBD Kabupaten Bangka Barat Tahun Anggaran 2026.
BACA JUGA:Dampak Olahraga Malam Terhadap Kualitas Tidur