Tengkorak Kepala di Kebun Sawit Diduga Warga yang Hilang Tahun 2023 Lalu

Tengkorak Kepala di Kebun Sawit Diduga Warga yang Hilang Tahun 2023 Lalu

Polisi melakukan olah TKP lokasi penemuan tengkorak di kebun sawit dusun Tanah Merah, Namang.--Foto: ist

BABELPOS.ID, NAMANG - Identitas potongan tengkorak yang ditemukan masyarakat di perkebunan sawit  dusun Tanah Merah Desa Baskara Bakti, Namang pada Selasa (06/01/2026) sekira pukul 11.15 WIB, mulai terungkap. Diduga tengkorak itu adalah warga yang dilaporkan hilang 2 tahun lalu.

Kapolres Bangka Tengah AKBP I Gede Nyoman Bratasena mengatakan setelah menerima laporan dari masyarakat atas temuan tengkoran tersebut, personel Polsek Namang langsung berkoordinasi dengan Satreskrim dan Tim Inafis untuk mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan langkah-langkah kepolisian.

“Begitu informasi diterima, personel Polsek Namang bersama Tim Inafis Satreskrim Polres Bangka Tengah segera mendatangi TKP, melakukan status quo, olah TKP, serta mengamankan temuan tulang untuk kepentingan penyelidikan,” ujarnya, Kamis (08/01) di Koba.

AKBP Bratasena mengatakan dari lokasi penemuan petugas menemukan satu buah tengkorak kepala manusia beserta beberapa potongan tulang lainnya yang berada di sekitar areal perkebunan. Selain itu, turut ditemukan satu lembar celana pendek berwarna merah marun di dekat lokasi penemuan tengkorak. Seluruh temuan tersebut kemudian diamankan oleh petugas sebagai barang bukti.

"Dari hasil visum awal, tulang yang ditemukan dipastikan merupakan tulang manusia dan diperkirakan telah berada di lokasi lebih dari dua tahun. Saat ini kami masih menunggu pendalaman lebih lanjut melalui proses penyelidikan," terangnya.

BACA JUGA:Geger Penemuan Tengkorak Kepala di Perkebunan Sawit Namang

BACA JUGA:Kalah Judol, Kehabisan Duit: Yo Kapan Kite Bunuh Bapak Tuh?

Kapolres menambahkan berdasarkan keterangan sementara dari pihak keluarga dan saksi, kerangka tersebut diduga berkaitan dengan seorang warga yang dilaporkan hilang sejak tahun 2023. Namun demikian, Ia menegaskan bahwa kepolisian tetap mengedepankan proses ilmiah dan penyelidikan profesional untuk memastikan identitas secara pasti.

"Kami tidak berspekulasi. Identifikasi dilakukan secara bertahap melalui keterangan saksi, barang bukti, serta hasil pemeriksaan forensik. Semua akan kami pastikan berdasarkan fakta dan prosedur yang berlaku," tambahnya. 

Saat ini, Polres Bangka Tengah masih melanjutkan proses penyelidikan, melengkapi administrasi penyidikan, serta berkoordinasi dengan pihak keluarga guna memastikan identitas kerangka manusia tersebut.

BACA JUGA:Pembunuh Wartawan Adytia Mulai Disidang, Dakwaan JPU Mengungkap Motif dan Kronologi Lengkapnya

BACA JUGA:Tragis! Bos Tambang Terkubur Hidup-hidup di Lubuk

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: