Langkah PT Timah dalam Mengakselarasi Dekarbonisasi untuk Masa Depan Berkelanjutan

--
BABELPOS.ID, PANGKALPINANG - Dalam upaya mendukung transisi energi bersih dan mengurangi dampak perubahan iklim, PT Timah Tbk terus memperkuat komitmennya untuk menjalankan strategi dekarbonisasi yang terukur dan berkelanjutan.
BACA JUGA:Kanwil Kemenkum Babel Raih Penghargaan Terbaik Ketiga IKPA Tahun Anggaran 2024 Kategori Pagu Kecil
Langkah ini sejalan dengan target net zero emisi yang dicanangkan pemerintah serta menjadi bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan.
PT Timah telah menyusun peta jalan dekarbonisasi untuk mencapai target NZE (Net Zerro Emission) 2060 sesuai dengan perjanjian paris yang telah ditandatangani oleh pemerintah Indonesia.
BACA JUGA:Menkum Supratman: Semakin Mudah Menyusun Peraturan Perundang-undangan dengan e-Harmonisasi
Departement Head Corporate Communication PT Timah, Anggi Siahaan mengatakan beberapa inisiatif yang telah dilakukan PT Timah untuk mendukung dekarbonisasi yakni penggunaan bahan bakar terbarukan dari Solar ke B35.
Selain itu, dalam mengurangi dampak emisi dari penggunaan bahan bakar minyak pada mesin PLTD PT Timah melakukan PLNisasi pada Pabrik Peleburan dan mengoptimalkan efisiensi energi di seluruh lini produksi.
BACA JUGA:Kakanwil Kemenkum Babel Kunjungi Pemda Belitung
Upaya dekarbonisasi yang dijalankan PT Timah sejalan dengan roadmap yang telah disusun dan dipantau.
Pencapaian penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) setiap bulannya sesuai dengan target penuruan Emisi GRK yang sudah ditetapkan.
“Salah satu langkah utama yang dilakukan perusahaan untuk menjalankan strategi dekarbonisasi yakni menjalankan roadmap dekarbonisasi yang telah dilakukan Perusahaan seperti melakukan PLNisasi, peningkatan efisiensi energi,” ujar Anggi, Rabu (26/2/2025).
Inisiatif lain yang dilakukan yakni dengan pengurangan konsumsi energi fosil melalui peningkatan efisiensi energi.
Penggunaan energi ramah lingkungan dalam kegiatan operasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: