Sosialisasi Pencegahan Tindak Kekerasan Perempuan, Sekda Ajak Lawan Perdagangan Orang

Sosialisasi Pencegahan Tindak Kekerasan Perempuan, Sekda Ajak Lawan Perdagangan Orang

\"\" PANGKALPINANG - Pemerintah Kota Pangkalpinang menggelar sosialisasi pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak dan Tindak Pidana Perdagangan Orang. Sekda Kota, Radmida Dawam membuka secara langsung kegiatan di ruang OR Kantor Wali Kota ini. Dia menjelaskan, saat ini sudah ada Undang-Undang sebagai payung hukum yang melindungi kasus kekerasan, terutama pada perempuan dan anak. Kekerasan, menurutnyq bukan hanya dilakukan secara fisik melainkan psikis. Dalam rumah tangga pun kerap terdengar adanya kasus kekerasan dalam rumah tangga, yang korbannya bukan hanya perempuan tapi laki-laki. \"Kekerasan bukan hanya pada perempuan, kadang ada juga laki-laki. Tapi yang selama ini terjadi itu pada perempuan yang menjadi ibu rumah tangga. Kekerasan itu bukan kodrat perempuan. Perempuan itu kodratnya melahirkan, menyusui, hamil dan menstruasi,\" jelasnya. Sementara, perdagangan orang, menurutnya banyak terjadi apalagi terhadap perempuan dan anak. Dia mencontohkan keterlibatan perempuan di lokalisasi sebagai perdagangan orang. Kasus tersebut biasanya karena faktor ekonomi dan mencari pekerjaan. Korban ditawari atau diiming-imingi pekerjaan dengan penghasilan besar, namun ternyata tertipu dan menjadi korban perdagangan orang.

\"Kita lawan perdagangan orang ini, baik itu terhadap perempuan maupun laki-laki,\" imbuhnya. Dia berharap peserta yang terdiri dari sejumlah organisasi kewanitaan ini dapat aktif berdiskusi selama kegiatan berlangsung. Peserta-peserta ini lah yang nantinya mennyosialisasikan kembali ke masyarakat sehingga ketika adanya korban atau ditemukan kasus serupa, dapat dipahami bagaimana menindaklanjuti atau melaporkan kejadian tersebut. \"Saya harap peserta ini lah yang memberikan pemahaman ke masyarakat. Bekalkan juga anak-anak kita ilmu agama yang kuat jadi tidak mudah diimingi atau dirayu sehingga tidak menjadi korban perdagangan orang,\" tutupnya. (tob)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: