Bank Indonesia Bersama Kabupaten Belitung Timur Perkuat Strategi Pengendalian Inflasi Daerah
Bank Indonesia Bersama Kabupaten Belitung Timur Perkuat Strategi Pengendalian Inflasi Daerah--
Melalui rangkaian kegiatan ini, Bank Indonesia berharap dapat memperkuat koordinasi baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Kolaborasi lintas wilayah ini sangat penting untuk memastikan ketersediaan pasokan pangan dan memperlancar distribusi barang dari sentra produksi ke daerah konsumsi.
BACA JUGA:Hari Pertama Ngantor, Bupati Fery Nyapu Pasar, Wabup Syahbudin Lepas MTQH
Farid menambahkan, kerjasama antara Belitung Timur dengan Kabupaten Bekasi, Bogor, Bangka Barat, dan Bangka Selatan diharapkan dapat mendorong terciptanya sistem logistik pangan yang lebih efisien, termasuk melalui model kerjasama business to business (B2B) sebagai langkah konkret menjaga stabilitas pasokan dan harga.
Rangkaian acara berlanjut pada tanggal 4 November 2025 dengan pelaksanaan forum Businees Matching yang dibuka oleh Wakil Bupati Belitung Timur.
BACA JUGA:Bupati Fery Paparkan Inovasi Daerah, Bangka Berjuang di Ajang IGA 2025
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Belitung Timur, Khairil Anwar menyampaikan bahwa melalui forum business matching yang diikuti oleh pelaku usaha dari Belitung Timur, Bangka Selatan, Bangka Barat, Bogor dan Bekasi, diharapkan dapat dibangun jejaring dagang yang kuat antar pelaku usaha di masing-masing daerah.
Selain itu, kegiatan ini dapat membuka peluang investasi dan kerjasama ekonomi daerah yang lebih lsuas.
BACA JUGA:Bupati Fery Paparkan Inovasi Daerah, Bangka Berjuang di Ajang IGA 2025
Lebih lanjut, Farid menyampaikan melalui forum business matching diharapkan dapat terbangun hubungan kerjasama yang berkelanjutan antara daerah penghasil dan daerah kebutuhan.
Salah satu contoh kerjasama yaitu pengadaan daging sapi beku, yang tidak hanya membantu menjaga pasokan dan harga, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan daerah secara menyeluruh.
Oleh karenanya, Bank Indonesia memandang forum seperti ini sebagai bagian penting dari strategi, supply chain integration antar wilayah.
BACA JUGA:Wawako Dorong Pelayanan Publik di Pangkalpinang Termasuk RSUD Depati Hamzah
Ke depan, Bank Indonesia terus bersinergi dengan TPID melalui strategi K4, keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif, sebagai upaya untuk menstabilkan harga bahan pangan dan menjaga daya beli di masyarakat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
