Jangan Tambah Tahun, Benahi Pendidikan

 Jangan Tambah Tahun, Benahi Pendidikan

Eddy Supriadi--Foto IST

Membangun sistem data tunggal yang presisi untuk memetakan anak berisiko drop-out, sebaran guru, dan ketimpangan sarana secara real-time.

​- Peta Jalan Pendidikan Jangka Panjang

Menyusun konsensus nasional berupa peta jalan pendidikan 20 tahun yang konsisten dan tidak berganti arah setiap kali terjadi pergantian rezim politik.

​Mulai dari Kejujuran Hari Ini

​Visi Indonesia Emas 2045 tidak akan pernah terwujud melalui retorika dan slogan. Bangsa yang besar dibentuk oleh manusia-manusia berdaya saing tinggi.

​Jika pendidikan dasar kita belum sepenuhnya kokoh, pendidikan menengah belum merata, dan kemampuan literasi-numerasi anak-anak kita masih tertinggal, menambah durasi sekolah bukanlah obat mujarab.

​Revisi UU Sisdiknas harus berani berangkat dari kejujuran. Masalah kita bukan kekurangan anak yang duduk di dalam kelas, melainkan kekurangan ruang bagi mereka untuk belajar secara bermakna. Kita tidak sekadar membutuhkan lebih banyak lulusan berijazah, melainkan lulusan yang kompeten, berkarakter, bermoral, dan kritis.

​Mandat Pasal 31 UUD 1945 bukan sekadar menyuruh negara mengumpulkan anak-anak di dalam gedung sekolah, melainkan membangun satu sistem pendidikan nasional yang utuh.

​Tuntaskan pendidikan 12 tahun, jamin mutu PAUD, berikan bantuan nyata pada daerah tertinggal, bebaskan guru dari jerat administrasi, dan alokasikan anggaran secara adil. Jangan hanya memperpanjang masa sekolah; perpanjanglah kesempatan belajar, perdalam mutu pembelajaran, dan perluas keadilan.

​Sebab, 13 tahun pendidikan yang tidak bermutu hanya akan memperpanjang masalah. Namun, 12 tahun pendidikan yang berkualitas, adil, dan tuntas akan mentransformasi kehidupan manusia dan masa depan bangsa. 

BACA JUGA:Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2026 Dalam Paradoks Konstruksi Penegakan Hukum Tata Niaga Timah

BACA JUGA:Ketika Kepala Daerah dan DPRD Kehilangan Arah

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: