Ayah Dihajar, Adik Dikejar Parang, Begini Akhirnya

Ayah Dihajar, Adik Dikejar Parang, Begini Akhirnya

Pelaku saat diamankan di Mapolres Basel. --Foto Ilham

BABELPOS.ID, TOBOALI — Perselisihan keluarga di Kelurahan Tanjung Ketapang, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan (Basel), berujung dugaan tindak kekerasan.

Seorang pria atau terduga pelaku berinisial EK (29), yang merupakan mantan residivis, diamankan Tim Opsnal Satreskrim Polres Bangka Selatan setelah diduga melakukan penganiayaan terhadap ayahnya, MY (50).

Tak hanya diduga memukul korban, EK juga sempat mengambil sebilah parang dan mengejar adiknya dalam keributan yang terjadi di dalam rumah.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (02/08) sekitar pukul 22.00 WIB di rumah MY yang berada di Kelurahan Tanjung Ketapang, Toboali. Kasus ini bermula sekitar pukul 21.00 WIB ketika menantu MY, FT, sedang berada di dalam kamar sambil bermain telepon seluler.

MY yang baru pulang bekerja kemudian menemui FT dan menanyakan terkait uang sebesar Rp200 ribu yang sebelumnya diminta oleh MU dan MA. MY mempertanyakan apakah FT mengetahui penggunaan uang tersebut untuk memperbaiki sepeda motor.

Namun, MY kemudian mengatakan FT diduga bersekongkol dengan keduanya dan akan mendapat akibat dari perbuatannya. Mendapat teguran tersebut, FT menangis di dalam kamar.

BACA JUGA:Polres Bangka Ringkus Dua Pelaku Pencurian SMPN 6 Sungailiat

BACA JUGA:Terduga Pelaku Penganiayaan Mahasiswi Magang Berhasil Dibekuk Resmob Macan Selatan

Sekitar pukul 21.30 WIB, EK pulang dan melihat istrinya sedang menangis. EK kemudian menanyakan penyebabnya.

Setelah mendengar cerita istrinya, EK diduga tersulut emosi karena FT dimarahi oleh MY, terlebih istrinya sedang dalam kondisi hamil.

Sekitar pukul 22.00 WIB, MY kembali ke rumah, pelaku kemudian keluar kamar dan mempertanyakan alasan MY memarahi istrinya.

Dalam keributan itu, EK awalnya menarik kerah baju MY menggunakan tangan kiri. MY kemudian memukul EK satu kali ke arah pipi kiri. EK lantas membalas dengan mengayunkan tangan kanannya ke arah kepala MY, pukulan pertama disebut tidak mengenai sasaran.

Kemudian, EK kembali mengayunkan tangan kanannya yang telah dikepalkan sekitar dua kali ke arah bagian kepala dan pipi kiri MY. Keributan tersebut kemudian coba dilerai oleh dua adik EK, yakni MU dan MA. 

Saat UPIN berusaha memegang kedua tangan EK, tangan EK disebut mengenai bibir UPIN hingga menyebabkan luka. Namun, situasi kembali memanas. EK diduga mengambil sebilah parang yang berada di belakang speaker di ruang tengah rumah dan berusaha mengejar UPIN.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait