Nelayan Olivier Belitung Timur Terhimpit Ongkos Melaut, Dihantui Preman Laut dan Tambang Ilegal

Rabu 04-11-2026,12:09 WIB
Reporter : Agus Putra
Editor : Govin

"Tidak semua nelayan dapat bantuan.

Dulu ada bantuan mesin dan fiber, tetapi tidak semua dapat.

Yang tidak dapat hanya terdiam.

Jika mau pinjam sesama nelayan, hasil melautnya dipotong 10 persen," katanya.

BACA JUGA:Polda Babel Siap Tindak Lanjuti Arahan Kapolri, Larang Anggota dan ASN Gunakan Vape

Di tengah kesulitan ekonomi tersebut, Raden juga mengungkapkan adanya dugaan aksi perampasan oleh preman laut di perairan sekitar Burung Mandi, Olivier, hingga Gantung.

Dia mengaku para pelaku membawa senjata tajam dan mengambil hasil tangkapan serta barang-barang milik nelayan, termasuk mesin perahu.

"Terkadang ada preman di tengah laut itu. Mereka membawa senjata tajam dan mengambil semua hasil tangkapan serta barang yang ada di perahu, bahkan mesin juga diambil," ungkapnya.

Raden menyebut para pelaku tidak menutupi wajah saat melakukan aksinya.

Dia juga mengatakan para nelayan merasa khawatir ketika berhadapan dengan kelompok tersebut.

BACA JUGA:Finalis MediaMIND Tinjau Dampak Tambang Timah dan Upaya Lingkungan PT Timah di Kundur

Keluhan lainnya adalah aktivitas tambang timah yang diduga tidak berizin di kawasan pesisir.

Raden menyebut peralatan tambang dibongkar dan disimpan pada siang hari, kemudian kembali digunakan pada malam hingga tengah malam.

"Tambang ilegal itu hanya bekerja malam hari saja, bahkan tengah malam.

Lihat saja di pinggir pantai itu ada susunan kayu dan dudukan mesin tambang yang disimpan dan dibongkar oleh penambang untuk bekerja," jelasnya.

Keluhan serupa disampaikan nelayan lainnya, Hairul Fatah.

Kategori :