Selain itu, koordinasi dengan produsen dan instansi vertikal terkait perlu diperkuat untuk mengidentifikasi akar persoalan sekaligus mencari solusi peningkatan produksi ayam lokal di Babel.
TPID juga perlu berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mengantisipasi peningkatan permintaan ayam ras seiring pemenuhan kebutuhan SPPG.
Salah satu opsi yang dapat dikaji adalah mencari sumber protein hewani alternatif selain ayam ras sehingga tekanan permintaan terhadap komoditas tersebut dapat dikurangi.
Rommy menegaskan BI Babel terus mendukung upaya stabilisasi harga pangan melalui implementasi program Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS).
Dukungan tersebut diwujudkan melalui fasilitasi pelaksanaan Operasi Pasar Murah (OPM) dan Gerakan Pangan Murah (GPM).
BI juga mendukung TPID dalam memperluas Kerja Sama Antar Daerah (KAD) untuk memastikan ketersediaan pasokan pangan, termasuk melalui Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP).
BACA JUGA:Istana Pasir Kekuasaan Semu, Ketika Citra Lebih Diutamakan daripada Keadilan
Salah satu langkah konkret yang telah dilakukan adalah fasilitasi pengiriman 7.000 kilogram daging ayam beku ke Belitung Timur.
Selain menjaga pasokan, BI Babel turut memperkuat kompetensi anggota TPID dan klaster pangan melalui kegiatan capacity building.
Komunikasi publik juga terus dilakukan untuk menjaga ekspektasi masyarakat terhadap perkembangan harga pangan.
BACA JUGA:DPK Bangka Barat Gandeng Sekolah Hadirkan Literasi Menggembirakan
"Kami terus mendukung upaya stabilisasi harga melalui implementasi program Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera," kata Rommy.
BI berharap sinergi antara TPID, Satgas Pangan, pemerintah daerah, pelaku usaha, produsen, serta instansi terkait dapat diperkuat sehingga pasokan ayam ras tetap terjaga dan kenaikan harga tidak berlanjut.
BACA JUGA:Tekan Prevalensi Anemia, Dinkes Basel Sasar Anak Sekolah di Gerakan Aksi Bergizi 2026
BACA JUGA:Air Bersih Jadi Barang Langka, Owner Cozy Mart Bergerak Bantu Warga Salurkan Air Bersih