BACA JUGA:Rapor Merah Kebudayaan Pangkalpinang: Satu Dekade Tanpa WBTb Baru
"Kasihan keluarga mereka yang menunggu. Sudah beberapa hari belum ada kepastian.
Kita tentu berharap mereka segera ditemukan.
Itu sebabnya saya langsung meminta bantuan Basarnas agar pencarian terhadap empat nelayan kita ini mendapatkan perhatian," katanya.
Edi juga mengapresiasi Kantor SAR Tanjungpinang bersama seluruh unsur yang telah melakukan operasi pencarian.
Ia berharap koordinasi antara Kantor SAR Tanjungpinang, Kantor SAR Pangkalpinang, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Pemerintah Kabupaten Belitung dan pihak terkait lainnya terus diperkuat agar pencarian dapat berjalan maksimal serta informasi perkembangannya dapat segera disampaikan kepada keluarga korban.
BACA JUGA:Gubernur Hidayat Serahkan Seragam dan Perlengkapan Sekolah Untuk Siswa Prasejahtera
"Kita berterima kasih kepada Basarnas dan semua pihak yang sudah bekerja di lapangan.
Sekarang yang terpenting bagaimana pencarian terus dimaksimalkan.
Keluarga mereka di Belitung sedang menunggu dan kita semua tentunya berharap ada kabar baik," ujarnya.
Sebelumnya, KM Putra Buluh dilaporkan membawa lima nelayan dan bertolak dari Tanjung Pandan, Pulau Belitung, Senin (3/8) sekitar pukul 07.00 WIB menuju perairan Pulau Pengikik untuk melakukan aktivitas memancing.
BACA JUGA:Gubernur Hidayat Serahkan Seragam dan Perlengkapan Sekolah Untuk Siswa Prasejahtera
Kapal tersebut berada di perairan Pulau Pengikik sejak 4 hingga 7 Agustus 2026. Pada Sabtu (8/8) sekitar pukul 02.00 WIB, KM Putra Buluh dilaporkan ditabrak kapal kargo yang sedang berlayar menuju Kalimantan.
Akibat benturan tersebut, KM Putra Buluh mengalami kerusakan berat hingga terbelah menjadi dua bagian.
Kantor SAR Tanjungpinang kemudian berkoordinasi dengan sejumlah pihak dalam operasi pencarian, di antaranya SROP Tanjungpinang, KSOP Kelas II Tanjungpinang, HNSI Kepulauan Riau, Kantor SAR Pangkalpinang, dan pemilik kapal.
Koordinasi juga dilakukan dengan Kantor SAR Pontianak untuk mengantisipasi kemungkinan pergerakan korban sekaligus memperoleh dukungan unsur kapal SAR dalam operasi pencarian.