Edi Nasapta Surati Basarnas Minta pencarian empat nelayan Belitung yang hilang dimaksimalkan

Edi Nasapta Surati Basarnas Minta pencarian empat nelayan Belitung yang hilang dimaksimalkan

Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Edi Nasapta. (dok. ANTARA)--

BABELPOS.ID, PANGKALPINANG - Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Edi Nasapta menyurati Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) RI untuk meminta perhatian khusus dalam pencarian empat nelayan asal Belitung yang hilang setelah kapal mereka mengalami kecelakaan di perairan Pulau Pengikik, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau.

Edi mengatakan surat tersebut disampaikan setelah dirinya mendapat informasi mengenai musibah KM Putra Buluh dari Ketua DPW Partai NasDem Kepulauan Bangka Belitung Fendi Haryono.

BACA JUGA:Tugu Mihrab Jadi Ikon Desa Cupat, PT TIMAH Dukung Pengembangan Sarana Publik

"Saya mendapatkan informasi ini dari Ketua DPW NasDem Babel, Kak Fendi Haryono.

Setelah saya baca dan mengetahui bahwa ternyata kapal ini berangkat dari Tanjung Pandan dan empat nelayan kita masih hilang, saya langsung membuat surat kepada Kepala Basarnas RI untuk meminta bantuan dan atensi agar pencarian ini bisa disikapi dengan cepat dan dimaksimalkan," kata Edi di Pangkalpinang, Selasa.

BACA JUGA:Pemkab Bangka Barat pasarkan produk UMKM pada momentum HUT ke-81 RI

Ia berharap Basarnas dapat memaksimalkan operasi pencarian dengan mempertimbangkan berbagai faktor teknis, termasuk kondisi cuaca, arus laut, serta kemungkinan pergeseran posisi para korban.

"Kita memahami mencari orang hilang di laut bukan perkara mudah.

Tim SAR tentu lebih memahami kondisi dan teknis di lapangan.

Kita hanya memohon agar seluruh upaya yang memungkinkan bisa dimaksimalkan," ujarnya.

BACA JUGA:Sinergi dengan Kejaksaan Tinggi Kep.Bangka Belitung Dorong Penguatan Governance dalam Operasional Perbankan

Empat nelayan yang masih dalam pencarian tersebut yakni Samsir Arwan (27), Andi Syamsu (53), Muhammad Irfan (28), dan Agustono (28).

Sementara seorang nelayan lainnya, Khairul (30), berhasil selamat setelah menggunakan tutup fiber sebagai alat bantu apung.

Khairul kemudian ditemukan dan dievakuasi oleh KM Lima Saudara Kandung.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: