Melalui FGD ini, diharapkan terumuskan peta jalan revitalisasi lada yang dapat dijadikan dasar penyusunan kebijakan pembangunan daerah berbasis data.
Salah satu hasil yang disepakati adalah perlunya peningkatan kapasitas petani melalui pelatihan.
BACA JUGA:Xiaomi Sudah Siapkan Flagship Seri 18, Ini Bocoran Spesifikasinya
Rencananya, pada akhir Juni 2027 mendatang, tim ahli dari BOKU University Austria akan bekerja sama dengan UGM memberikan pendampingan intensif terkait kesehatan tanah, sistem irigasi, pengelolaan limbah pertanian, hingga penerapan pertanian cerdas.
Keterlibatan mahasiswa pascasarjana dari kedua perguruan tinggi tersebut diharapkan dapat mempercepat transfer ilmu pengetahuan kepada petani secara berkelanjutan.
“Dengan pendekatan yang terintegrasi, kami berharap lada Bangka dapat kembali berjaya, meningkatkan kesejahteraan petani, sekaligus berkontribusi dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan,” pungkas Pan Budi.
BACA JUGA:Tak Hanya Paru, Ternyata Rokok Juga Merusak Tulang
BACA JUGA:Curi Kabel Grounding di Kantor OJK Pangkalpinang, Pemuda Air Itam Diamankan Polisi
BACA JUGA:Xiaomi Sudah Siapkan Flagship Seri 18, Ini Bocoran Spesifikasinya