Bappeda Bangka Targetkan 327 Inovasi Tahun 2026 Melalui Universitas Inovasi
Rapat tim inovasi Bappeda Bangka. --Foto Yudi
BABELPOS.ID, SUNGAILIAT - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bangka menggelar program penguatan ekosistem inovasi daerah melalui Universitas Inovasi. Kegiatan ini merupakan transformasi dari program Sekolah Inovasi yang sebelumnya telah berjalan, dengan tujuan menciptakan ekosistem inovasi yang lebih terstruktur. Universitas Inovasi diselenggarakan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas inovasi dari organisasi perangkat daerah.
Universitas Inovasi dirancang sebagai pusat pengembangan inovasi yang tidak hanya fokus pada peningkatan kapasitas aparatur pemerintah, tetapi juga membuka ruang partisipasi bagi masyarakat untuk menciptakan solusi-solusi kreatif dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan di Kabupaten Bangka.
Kepala Bappeda Kabupaten Bangka, Pan Budi Marwoto, menjelaskan bahwa program ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat budaya inovasi di lingkungan pemerintahan dan masyarakat. Menurutnya, inovasi tidak lagi menjadi opsional, melainkan tuntutan dalam menghadapi dinamika pembangunan daerah yang semakin kompleks dan dinamis.
"Universitas Inovasi adalah forum kelembagaan bagi seluruh pemangku kepentigan untuk proses pembelajaran, merancang perspektif, berkolaborasi, dan menciptakan terobosan-terobosan baru. Kami ingin membangun ekosistem yang kuat bagi setiap inovator dan masyarakat memiliki ruang untuk mengembangkan ide-ide inovatif yang berdampak," ujar Pan Budi Marwoto.
Pan Budi Marwoto menjelaskan bahwa program ini juga sejalan dengan visi pembangunan daerah yang menekankan pentingnya tata kelola pemerintahan yang inovatif dan kolaboratif. "Kami berkomitmen untuk terus mendorong terciptanya inovasi-inovasi yang tidak hanya cerdas, tetapi tepat sasaran dan memberikan dampak kuat kepada masyarakat," tegasnya.
BACA JUGA:Bupati Fery Paparkan Inovasi Daerah, Bangka Berjuang di Ajang IGA 2025
Sementara itu, Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Bappeda Bangka, Darol Arkum, memaparkan bahwa Universitas Inovasi akan menerapkan kurikulum yang menggabungkan metode pembelajaran dengan pendekatan praktis berbasis riset. Peserta akan difasilitasi oleh Bappeda Kabupaten Bangka untuk mengembangkan inovasi berbasis potensi dan karekteristik daerah.
"Kami tidak hanya mengajarkan tentang desain dan struktur inovasi, tetapi juga memfasilitasi peserta untuk menghasilkan inovasi yang implementatif. Target kami pada than 2026, Universitas Inovasi melahirkan sedikitnya 327 inovasi yang berdampak pada peningkatan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat," jelas Darol Arkum.
Darol Arkum juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perguruan tinggi dan sektor swasta, untuk memperkuat ekosistem inovasi di Kabupaten Bangka. "Inovasi tidak bisa berjalan parsial. Kami membuka ruang kolaborasi yang luas agar program berjalan secara berkelanjutan dan berdampak yang nyata," Tegasnya.
Program Universitas Inovasi merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Bangka dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan tata kelola pemerintahan yang inovatif. Melalui penguatan inovasi, diharapkan berbagai tantangan pembangunan daerah dapat diatasi dengan pendekatan yang lebih kreatif, efisien, dan berdampak luas.
Kegiatan berlangsung selama 4 bulan mulai tanggal 10 Februari 2026 sampai dengan 15 Mei 2026 di OR Bappeda Bangka diikuti oleh seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan komunitas. Universitas inovasi merupakan program strategis yang telah berjalan dalam waktu 5 tahun secara konsisten dan berkelanjutan dalam tatakelola inovasi di Kabupaten Bangka.
BACA JUGA:Akademisi Apresiasi Dampak Inovasi Sedulang Dalam Meningkatkan PAD Bangka
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
