BABELPOS.ID, MENTOK - Kepolisian Resor Bangka Barat, Polda Kepulauan Bangka Belitung memetakan lokasi rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai salah satu upaya pencegahan agar tidak meluas.
"Saat ini kita terdeteksi sebanyak 45 titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kita perkuat patroli dan pemantauan agar tidak semakin menyebar," kata Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha di Mentok, Minggu.
Ia mengatakan, peningkatan patroli dilakukan sebagai langkah antisipasi dini upaya pencegahan agar titik api yang terdeteksi tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
BACA JUGA:Bangka Barat Fasilitasi Warga Lestarikan Pesta Adat Belar
Data kepolisian menyebutkan sebaran lokasi karhutla tersebut berada di Kecamatan Tempilang sebanyak tujuh lokasi, Mentok 19, Jebus empat, Parittiga enam dan Kelapa sembilan titik.
Menurut dia, kondisi ini menjadi perhatian serius seiring potensi dampak fenomena El Niño yang dapat meningkatkan suhu dan memperparah kekeringan, sehingga risiko kebakaran semakin tinggi.
Sebagai langkah kesiapsiagaan, Polres Bangka Barat bersama instansi terkait juga telah memetakan 113 titik sumber air di wilayah tersebut untuk mendukung percepatan penanganan kebakaran.
"Pemetaan sumber air ini menjadi bagian penting dalam mempercepat respons apabila terjadi karhutla," katanya.
BACA JUGA:Gubernur Hidayat Arsani Raih Penghargaan Provinsi Terbaik atas Penilaian Rasio Tertinggi Film Pendek Jaga Desa
Ia mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran.
"Pencegahan menjadi kunci utama, kami mengajak masyarakat bersama menjaga lingkungan. Kita akan terus memperkuat langkah preventif dan bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat guna menekan potensi karhutla," katanya.
Menurut dia, pencegahan karhutla harus dimulai dari kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.
BACA JUGA:Abang Hertza dan Hibir Diperiksa Paling Lama
Untuk itu, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang bisa menjadi penyebab kebakaran, salah satunya membuka lahan dengan cara membakar karena hal tersebut melanggar hukum dan berdampak terhadap lingkungan.
Selain itu, masyarakat diminta disiplin mengantisipasi dini karhutla, dengan cara tidak membuang puntung rokok sembarangan dan saat membuka lahan pertanian atau perkebunan menggunakan cara yang ramah lingkungan.
"Peran aktif masyarakat melaporkan kepada aparat setempat apabila menemukan titik api juga penting dilakukan guna mencegah kebakaran meluas," katanya.