Pemkab Bangka Tengah Kembangkan Klaster Cabai dan Bawang
Dian Akbarini, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangka Tengah (DPKP Bateng)--
BABELPOS.ID - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengembangkan klaster tanaman hortikultura jenis cabai dan bawang merah, untuk menekan laju inflasi dan memperkuat ketahanan pangan.
"Daerah kita sudah diproyeksikan menjadi klaster bawang merah dan cabai, kami terus mengupayakan keberlanjutannya," kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bangka Tengah Dian Akbarini di Koba, Minggu.
Dian menjelaskan pembangunan klaster tanaman cabai dan bawang merah untuk meningkatkan produksi dan mengoptimalkan pemanfaatan lahan sesuai dengan potensi yang ada.
BACA JUGA:Simpan 21 Butir Ekstasi di Indekos, Dua Pria di Pangkalpinang Diamankan Polisi
"Ini kita kembangkan secara masif ke seluruh atau enam kecamatan di daerah ini, baik yang dilakukan secara berkelompok binaan pemerintah maupun pribadi," ujarnya.
Selain melakukan perluasan area tanam untuk komoditas hortikultura, pihaknya juga terus menjaga sejumlah lahan yang menjadi lumbung pangan daerah.
Di antaranya adalah lahan persawahan yang berada di Desa Namang dan Belilik, Kabupaten Bangka Tengah, sebagai lokasi budi daya padi gogo (padi ladang/lahan kering).
BACA JUGA:SMAN 1 Manggar Juara Umum FLS3N Beltim 2026, 4 Tahun Beruntun Tak Tergoyahkan
"Komoditas tanaman pokok dan hortikultura sangat berdampak terhadap kekuatan pangan dan kondisi inflasi daerah," ujarnya.
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan setempat juga menggandeng dan berkolaborasi dengan Kelompok Wanita Tani (KWT) untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga.
"Kita mendorong dan meminta peran aktif KWT dalam menjaga ketahanan pangan keluarga, dengan memanfaatkan lahan kosong di sekitar rumah untuk digalakkan tanaman hortikultura," ujarnya.
BACA JUGA:Curi Buah Alpukat Milik Polisi, Remaja Tuatunu Diringkus Buser Naga
Pihaknya secara masif menggerakkan pemanfaatan lahan pekarangan melalui kolaborasi dengan Kelompok Wanita Tani (KWT) dan tim penggerak PKK.
"Gerakan ini kita lakukan agar para wanita tidak hanya sekadar menanam, tetapi juga mampu mengintegrasikan lahan yang ada untuk kegiatan produktif lain, seperti beternak," ujarnya.
Dengan begitu, kata dia, ketahanan pangan dapat diwujudkan dan dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga.
BACA JUGA:Kanwil Kemenkum Babel Tandatangani Addendum Kontrak Bantuan Hukum Tahun 2026 Bersama OBH
BACA JUGA:SMAN 1 Manggar Juara Umum FLS3N Beltim 2026, 4 Tahun Beruntun Tak Tergoyahkan
BACA JUGA:Bank Sumsel Babel Hadirkan Kemudahan Lewat BSB Cash, Tap Sekali, Tol Terlampaui!
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
