BABELPOS.ID, PANGKALPINANG - Wakil Menteri Koperasi Republik Indonesia, Farida Faricha memastikan bahwa pengelolaan Koperasi Merah Putih akan sepenuhnya menjadi milik masyarakat desa dan kelurahan.
Sehingga setiap masyarakat desa/ kelurahan harus diajak dan didorong untuk ikut masuk di dalamnya menjadi anggota koperasi.
BACA JUGA:Apresiasi Gubernur Babel Hidayat Arsani untuk Insan Pers pada Peringatan Hari Pers Nasional 2026
Hal ini disampaikan Wamenkop dalam kesempatan kunjungan kerja di Peresmian Kantor Koperasi Merah Putih Kelurahan Air Kelapa Tujuh Kecamatan Gerunggang Kota Pangkalpinang, Selasa (10/02/2026).
Menurutnya KMP ini dihadirkan oleh negara dalam rangka mengintervensi keberadaan barang - barang kebutuhan pokok masyarakat.
KMP juga dihadirkan karena sampai hari ini faktanya harga pangan masih sering mahal.
"Apalagi seperti di Babel saya dapat laporan ada harga elpiji 3 kilogram yang harganya sampai mencapai 60 - 80 ribu, padahal gas melon tersebut adalah barang yang disubsidi oleh negara dan seharus menggunakan harga standar yang diterima oleh masyarakat, belum lagi beras, gula, minyak dan lain - lain sebagainya," singgung politisi PKB tersebut.
BACA JUGA:Kanwil Kemenkum Babel Hadiri Forum Diskusi Publik Tentang Rencana PLTN
Kata dia, sehingga dengan keberadaan KMP ini di setiap desa/ kelurahan seluruh Indonesia maka diharapkan tidak ada lagi penyaluran barang khususnya barang - barang subsidi negara yang tidak sampai pada tempatnya.Yakni pada masyarakat miskin yang memang sangat membutuhkan.
BACA JUGA:Babel Bidik Transformasi Pariwisata 2026: Targetkan Kolaborasi Destinasi Alam dan Buatan
"Apalagi yang miskin tidak dapat maka berati ada mis penyaluran.
Dimana rantai penyaluran inilah yang sedang kita rapikan dan KMP akan menjadi terminal terakhirnya.
Sehingga setiap warga cukup mampir ke KMP untuk mendapatkan barang - barang yang sudah disediakan oleh negara dengan harga lebih murah atau harga murah," tekan Farida.
KMP juga dihadirkan untuk menjawab tantangan lapangan pekerjaan sehingga orang desa tidak perlu berbondong bondong lagi datang ke kota besar hanya untuk mencari pekerjaan sedangkan sumber potensi desa yang luar biasa tidak termanfaatkan dengan baik.