BACA JUGA:Apresiasi Gubernur Babel Hidayat Arsani untuk Insan Pers pada Peringatan Hari Pers Nasional 2026
Makanya KMP dihadirkan dalam upaya mewujudkan lapangan pekerjaan baru serta agar warga desa dan kelurahan bisa mengolah potensi desanya lebih optimal termasuk dari sumberdaya alam yang ada di desa.
Jangan justeru orang kota datang memanfaatkan potensi desa tersebut mengelola dan keuntungan di bawa lagi ke kota, sehingga kondisi ini sangat ironis.
Padahal orang desa sebagai pemilik desa harus bisa memanfatakan potensi yang ada dengan baik.
Seperti Babel potensinya tambang yang harusnya bisa dipetakan lalu di kelola melalui KMP.
"Percontohan di Bangka ada 20 dan 26 di Belitung yang sedang difasilitasi Diskop dan UMKM daerah serta PT Timah guna memaksimalkan potensi yang ada di desa dan dikelola KMP, tentunya harus melibatkan warga sekitar supaya keuntungan KMP nanti bisa dibagai untuk desa, menyerap tenaga kerja dan perputaran perekonomian pun bisa tetap berjalan di desa tidak lagi di kota, otomatis kesejahtetaan masyarakat akan terwujud secara merata," harapnya.
BACA JUGA:Kanwil Kemenkum Babel Hadiri Forum Diskusi Publik Tentang Rencana PLTN
Asisten I Pemerintah Kota Pangkalpinang, Akhmad Subekti mewakili Wali Kota Pangkalpinang berharap dengan kehadiran Wamen Koperasi RI tersebut dapat memotivasi tercapainya tujuan pendirian KMP di Babel khususnya di Kota Pangkalpinang yang akan memberi multiplayer efek seperti menyerap tenaga kerja, mengelola hasil - hasil potensi yang ada di daerah khususnya Kota Pangkalpinang dan sebagainya.
"Kita patut bersyukur dan bangga karena KMP pertama di Kota Pangkalpinang sudah diresmikan yakni di unit KMP Air Kepala Tujuh Pangkalpinang.
Semoga ini bisa menjadi percontohan dan siap di ditularkan ke daerah - daerah lainnya," ujar Bekti.