Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan, Eriasmono yang hadir melalui zoom menyebutkan Melalui layanan PLN One Stop Energy Solution, PLN menyediakan konsultasi kebutuhan kelistrikan mulai dari perencanaan, tambah daya, penyambungan baru, hingga solusi efisiensi energi bagi pelaku usaha tambak.
BACA JUGA:Terjerat Korupsi Kehutanan 2 PNS Dishut Babel Dieksekusi Penjara, Ini Hukuman dan Dendanya
“Kami ingin tumbuh bersama para pelaku usaha tambak dan seluruh pemangku kepentingan.
Kolaborasi menjadi kata kunci untuk mewujudkan ekosistem tambak modern yang efisien dan berkelanjutan di Bangka Belitung,” jelas Eri.
FGD tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ruang diskusi, namun juga wadah memperkuat jaringan, berbagi pengalaman, dan merumuskan solusi atas berbagai tantangan industri tambak vaname di Babel.
BACA JUGA:Selamat Jalan Sang Perintis, Jasamu akan Selalu Kami Kenang...
Sementara itu mewakili Gubernur Bangka Belitung, Staff Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Pemprov Kepulauan Babel, dr. H. Andri Nurtito, MARS, menyampaikan bahwa pemerintah provinsi terus menjalin komunikasi dengan PLN untuk memastikan ketersediaan suplai energi bagi pelaku budidaya udang.
BACA JUGA:Secangkir Kopi Sehari Baik Bagi Jantung
“PLN telah memberikan dukungan suplai energi sehingga proses budidaya dapat berjalan lebih lancar, efisien, dan efektif.
Melalui FGD ini, berbagai pihak dapat melahirkan alternatif solusi untuk menekan biaya produksi dan meningkatkan keuntungan pelaku tambak,” ujarnya.
Dukungan serupa disampaikan Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Tambak Udang Indonesia (APTIN) Bangka Belitung, Ahmad Safran.
BACA JUGA:SUV Listrik GWM Ora 5 Dijual Rp257 Juta, Jangkauan Hingga 580 Km
Ia menilai ketersediaan listrik PLN bagi pengusaha tambak selama ini berjalan baik tanpa hambatan berarti.
“Kerja sama dengan PLN cukup baik. Pasokan listrik stabil dan lebih efisien dibanding penggunaan genset.
Dari sisi biaya, listrik PLN jauh lebih murah dan minim risiko dibanding solar,” ujarnya.