KEJAKSAAN Agung berupaya memulangkan buronan Adelin Lis dari Singapura ke Jakarta. Bahkan skenario menjemput dengan pesawat carteran telah disiapkan. ------------------- KEPALA Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan pihaknya telah menyiapkan dua skenario penjemputan Adelin Lis yang ditangkap di Singapura karena pemalsuan paspor. \"Pertama, kita lakukan penjemputan dengan melakukan penyewaan pesawat carter,\" katanya saat konferensi pers di Kejaksaan Agung, Kamis (17/6). Untuk skenario kedua, lanjut Leonard, dengan menggunakan pesawat komersial melalui maskapai Garuda Indonesia. \"Kami berencana bisa memulangkan Adelin Lis dalam kurun waktu 14 Juni-20 Juni 202,\" katanya. Diutarakannya, meski ingin memulangkan secepatnya, namun hingga kini belum membuahkan hasil. Sebab Kementerian Luar Negeri Singapura tidak memberi izin Kejaksaan Agung untuk menjemput langsung buronan pembalak liar tersebut. \"Aturan hukum Singapura, Adelin Lis hanya akan dideportasi dengan menggunakan pesawat komersial. Tapi Jaksa Agung ST Burhanuddin ingin Adelin Lis dijemput langung aparat penegak hukum untuk dibawa ke Jakarta,\" terangnya. Dijelaskan Leonard, perintah Jaksa Agung membawa Adelin Lis ke Jakarta, usai Kendrik Ali, anak Adelin, meminta agar ayahnya bisa kembali ke Medan, Sumatera Utara. Melalui kantor pengacara Parameshwara and Partners, Kendrik Ali meminta agar Adelin bisa menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Tanjung Gusta, Medan. Namun, Jaksa Agung menolak. \"Adelin Lis adalah buronan Kejaksaan yang berisiko tinggi,\" ujar Leonard. Dikatakannya, Jaksa Agung pun telah meminta KBRI di Singapura tidak menyerahkan surat perjalanan laksana paspor (SPLP) Adelin Lis sebelum mendapatkan kepastian penjemputan dan jaminan keamanan. Dikatakannya, pihaknya terus berkoordinasi dengan otoritas Singapura agar segera dapat memulangkan Adelin Lis ke Jakarta untuk menjalani hukuman. \"Kami sedang berusaha,\" katanya. Sebelumnya, Leonard mengatakan Adelin Lis merupakan buronan sejak 2008. Bahkan dia telah masuk daftar \\\'red notice\\\' Interpol. Pengalaman 2006 ketika Adelin Lis hendak ditangkap di KBRI Beijing, dia bersama pengawalnya melakukan perlawanan dan memukuli Staf KBRI Beijing, kemudian melarikan diri. Kemudian pada tahun 2008, Adelin kembali melarikan diri sampai tertangkap lagi Maret 2021 di Singapura. Adelin adalah pemilik PT Mujur Timber Group dan PT Keang Nam Development Indonesia. Dia dipidana 10 tahun penjara, denda Rp1 miliar, dan uang pengganti Rp199 miliar untuk kasus pembalakan liar di hutan Mandailing Natal.(gw/fin)
Jemput Buronan, Rencana Carter Pesawat
Jumat 18-06-2021,08:46 WIB
Editor : babelpos
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 25-08-2026,22:21 WIB
Kanwil Kemenkum Babel Matangkan Persiapan Diskusi Strategi Kebijakan Tahun 2026
Selasa 25-08-2026,22:25 WIB
Kanwil Kemenkum Babel Perkuat Pembinaan Posbankum dan Penyelenggaraan Bantuan Hukum Triwulan III Tahun 2026
Rabu 26-08-2026,12:44 WIB
Kuasa Hukum Frida Gunadi Bantah Klaim Pihak AK, Sebut Surat Perdamaian Cacat Hukum
Rabu 26-08-2026,10:49 WIB
Kisah Hairil Anwar Ubah Dusun Tungkup Beltim, Dulu Terpencil, Kini Makin Maju
Rabu 26-08-2026,12:31 WIB
Jalan Batu Penyu Rusak Dilewati Truk Kaolin PT HPI, Warga Minta Segera Diperbaiki
Terkini
Rabu 26-08-2026,20:31 WIB
Jadi Peserta Pawai PBB, Ketua TP-PKK Babel Pimpin Penghormatan ke Gubernur Hidayat
Rabu 26-08-2026,20:18 WIB
Pawai HUT ke-81 RI Tingkat Provinsi, Tim Putra-Putri SDN 28 Pangkalpinang Tampil Kompak
Rabu 26-08-2026,19:09 WIB
Eddy Iskandar DPRD Setuju Wacana Pusat Angkat Guru PPPK Jadi PNS
Rabu 26-08-2026,19:01 WIB
Wakil Ketua DPRD Eddy Iskandar Tegas Minta DBH Royalti Timah 2,1 T Dikembalikan Ke Babel
Rabu 26-08-2026,18:07 WIB