Di Balik Bau Menyengat, Ini 5 Manfaat Jengkol untuk Tubuh

Di Balik Bau Menyengat, Ini 5 Manfaat Jengkol untuk Tubuh

Jengkol--Foto IST

BABELPOS.ID - ​Meskipun sering dihindari karena aromanya yang khas dan menyengat, jengkol (Archidendron pauciflorum) ternyata menyimpan berbagai nutrisi penting bagi kesehatan. Di balik baunya yang pekat, biji polong-polongan ini kaya akan kandungan protein, karbohidrat, vitamin A, vitamin C, kalsium, fosfor, serta zat besi.

​Berikut adalah lima manfaat utama jengkol untuk kesehatan tubuh yang jarang diketahui:

1. ​Mencegah Anemia dan Kurang Darah

Jengkol merupakan sumber zat besi yang cukup tinggi. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan tubuh terasa lemas, letih, dan memicu anemia. Mengonsumsi jengkol dalam porsi yang wajar dapat membantu pembentukan sel darah merah serta melancarkan suplai oksigen ke seluruh jaringan tubuh.

2. ​Menjaga Kesehatan Tulang dan Gigi

Kandungan kalsium dan fosfor yang melimpah dalam jengkol sangat baik untuk menjaga kepadatan struktur tulang dan gigi. Nutrisi ini berperan penting dalam mencegah risiko pengeroposan tulang atau osteoporosis, terutama bagi usia lanjut.

BACA JUGA:Kamu Suka Petai? Ini 5 Manfaatnya untuk Kesehatan

BACA JUGA:5 Manfaat Kangkung untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui

3. ​Mengontrol Kadar Gula Darah

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa jengkol mengandung asam jengkolat, antioksidan, serta zat aktif tertentu yang berpotensi membantu mengatur kadar gula darah. Zat tersebut membantu memperbaiki sensitivitas insulin, sehingga baik dikonsumsi untuk pencegahan diabetes dengan catatan diolah tanpa tambahan garam dan santan yang berlebihan.

4. ​Menangkal Radikal Bebas

Kandungan vitamin C dan polifenol di dalam jengkol bertindak sebagai antioksidan alami. Antioksidan ini berfungsi untuk melawan radikal bebas penyebab kerusakan sel, penuaan dini, serta menurunkan risiko berbagai penyakit degeneratif seperti kanker dan penyakit kardiovaskular.

5. ​Melancarkan Sistem Pencernaan

Serat pangan yang terkandung dalam jengkol membantu merangsang gerakan peristaltik usus, sehingga proses pembuangan sisa metabolisme menjadi lebih teratur. Hal ini efektif untuk mencegah masalah pencernaan umum seperti sembelit atau konstipasi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: