Strategi Efisiensi Anggaran: Lihatlah Potensi Daerah

Ilustrasi --Foto Antara
Kemudian, pemerintah daerah bisa meningkatkan pengawasan dan penegakan hukum terkait pajak daerah untuk memperbaiki penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Untuk pembangunan infrastruktur, pemerintah daerah bisa mencari pendanaan melalui pinjaman daerah atau kerja sama dengan sektor swasta melalui Public-Private Partnership (PPP) untuk mendanai proyek-proyek pembangunan.
Saat ini pemerintah daerah harus lebih selektif dalam menentukan program yang paling penting dan memiliki dampak langsung terhadap masyarakat.
Sependapat dengan Dahlan Tampubolon, pengamat kebijakan publik dari Universitas Nasional, Jakarta, Mego Widi Hakoso juga menilai salah satu potensi daerah yang bisa dimaksimalkan adalah sektor pertanian.
“Eksekutif daerah dituntut harus lebih kreatif, komunikatif dan transparan dalam melakukan rencana keuangan agar tepat prioritas,” kata Mego kepada ANTARA.
Kreatif yang dimaksud ialah kepala eksekutif daerah bisa memanfaatkan keunggulan internal daerah, seperti komoditas pertanian, dan bermitra dengan pihak swasta.
Contoh sektor pertanian daerah misalnya, sektor potensi Provinsi Riau perlu dipetakan untuk digenjot, terutama untuk produk kelapa sawit, karet, dan kelapa.
Fokus pada peningkatan produktivitas, keberlanjutan, dan diversifikasi produk bisa memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Misalnya, pengembangan produk turunan kelapa sawit seperti biofuel, oleochemical, dan minyak sawit mentah (CPO) untuk pasar internasional.
Hilirisasi industri pengolahan seperti pabrik kelapa sawit, pengolahan karet, dan industri pengolahan hasil pertanian dapat meningkatkan nilai tambah produk-produk ini. Selain itu, pengembangan industri pulp dan kertas juga bisa menjadi salah satu sektor andalan.
Sektor pariwisata Riau, meski belum sepopuler beberapa daerah lain, memiliki potensi besar terutama di bidang ekowisata dan wisata budaya. Keindahan alam seperti wisata hutan tropis, danau, serta budaya Melayu yang kaya bisa menjadi daya tarik wisatawan.
Meskipun pendapat tersebut masih teori, namun bisa menjadi alternatif strategi dalam pengembangan potensi daerah.
Selain melirik potensi daerah, Mego Widi Hakoso juga berpendapat bahwa komunikasi yang baik antara eksekutif daerah dan pemerintah pusat merupakan kunci utama dalam menyusun anggaran yang efektif dan selaras dengan kebijakan nasional.
Kepala daerah dan jajarannya harus aktif berkonsultasi dengan pemerintah pusat untuk memastikan bahwa rencana anggaran yang disusun tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga sejalan dengan kebijakan strategis nasional.
Dengan komunikasi yang intensif dan berkesinambungan, harmonisasi dalam penyusunan serta pelaksanaan anggaran dapat tercapai, sehingga mengurangi risiko kesalahan dalam alokasi dana dan mempercepat realisasi program yang bermanfaat bagi masyarakat.
Selain komunikasi dengan pemerintah pusat, transparansi dalam proses penyusunan anggaran juga menjadi hal yang tidak kalah penting. Masyarakat, terutama kalangan akademisi dan pakar di universitas setempat, harus memiliki akses terhadap informasi anggaran agar dapat memberikan masukan berbasis data dan riset.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: ant