Pertanyaan Ini Bikin Gak Nyaman Saat Lebaran

Pertanyaan Ini Bikin Gak Nyaman Saat Lebaran

Ilustrasi silaturahmi lebaran.--Foto: ist

Kemudian bila menghadapi orang yang dirasa toksik, dapat senyum dan berlalu saja.

"Jadi tidak mesti semuanya diberikan jawaban yang lengkap," katanya lagi.

Dalam menjawab agar pertanyaan serupa dapat dipahami oleh keluarga atau orang yang lebih tua, perlu diketahui dalam hidup kita terdapat tiga layer relasi, yakni orang yang sangat dekat dengan kita, kedua adalah orang terdekat dan ketiga adalah Tuhan.

Untuk menanggapi orang terdekat bisa saja memilih untuk merespon tersenyum, berlalu dan hanya mengatakan "doakan saja".

BACA JUGA:Merokok Pengaruhi Kesehatan Mental

BACA JUGA:Memasak Opor Ayam Lezat untuk Lebaran

Sementara untuk layer kedua yakni orang tua atau keluarga dekat, bisa menyampaikan alasan meski tidak rinci.

Dan pada layer ketiga, menyerahkan sepenuhnya pada Tuhan lewat lantunan doa.

Psikolog yang juga praktik di klinik Bali Psikolog ini mengatakan bahwa pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial, sehingga sapa menyapa dengan keluarga, kerabat terutama pada momentum Lebaran merupakan hal yang wajar.

Namun setiap orang memang bisa saja memiliki luka batin, ada yang sembuh dan belum sembuh sehingga memiliki sensitivitas masing-masing atas pertanyaan.

"Saya rasa hal ini (pertanyaan yang dianggap sensitif) jangan sampai menghambat kebahagiaan kita dalam menyambut Hari Raya Lebaran," pungkasnya.

BACA JUGA:7 Ciri-Ciri Sepatu Running yang Baik, Panduan untuk Menemukan Pasangan Tepat

BACA JUGA:3 Fakta Menarik Mengenai Kulit Selepas Menggunakan Glow Soap Beauty Of Angel

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: antara