Di Balik Rompi Pink Mantan Pj Gubernur Babel/Mantan Dirjend Minerba, Ridwan Djamaluddin

Di Balik Rompi Pink Mantan Pj Gubernur Babel/Mantan Dirjend Minerba, Ridwan Djamaluddin

Mantan Dirjend Minerba dan Mantan Penjabat Gubernur Babel, Ridwan Djamaluddin--

BABELPOS.ID.- Saat pensiun, dari Pegawai Negeri sipil (PNS), Ridwan Djamaluddin yang akrab disapa -- RD-- berakhir pula jabatan selaku Dirjend Minerba.  Sebelumnya, ia juga sudah mengakhiri jabatan selaku Penjabat Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Beitung (Babel).

Saat itu meski sudah pensiun, dia masih ada di posisi Komisaris MIND.ID selaku induk holding BUMN tambang.  Namun jabatan yang komisaris yang baru ia emban per 23 Maret 2023 itu, juga berakhir sesuai hasil RUPS Luar Biasa MIND.ID per 16 Juni 2023 yang mencopot dia selaku komisaris.

Dengan sederet pengabdiannya itu, RD JUGA pernah menerima Satyalencana Pembangunan dari Presiden RI pada 2007 dari Presiden RI adalah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

BACA JUGA: Ridwan Djamaluddin, Gebrak-Gebrak di Babel, Terjerat di Sulawesi

Kini dia berada  di sel Tahanan Kejagung Kasus Tambang Nikel.  Di sisi lain, kasus dugaan Tipikor dana Tunjangan Kinerja (Tukin) di Dirjend Minerba yang diusut KPK dan sudah menetapkan 10 tersangka, RD hingga sekarang masih di posisi saksi.

Tragis memang tengah menerpa perjalanan RD ini.  Dari sederet kedudukan  penting dalam perjalanan karirnya, kini malah berada di posisi 'genting' dan bila kemudian dinilai terbukti, bisa menjalani masa tua di penjara.

Ridwan Djamaluddin lahir di Mentok, Kabupaten Bangka Barat (Babar), 24 Maret 1963. 

Namanya memang mulai mencuat secara nasional ketika mulai menjabat sebagai Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjed Minerba) sejak 2020.

BACA JUGA:Ridwan Djamaluddin: Dari Posisi Penting ke Posisi 'Genting'

Bahkan saat dia diangkat menjadi Dirjend Minerba, warga Babel cukup antusias dang bangga.  Karena Babel sendiri merupakan daerah pertambangan timah, yang tentunya banyak menaruh harapan putra daerahnya berada di posisi strategis tersebut.

Namun ternyata harapan tersebut tak menjadi kenyataan. Saat dia menjabat menjadi Dirjend Minerba, sekaligus ditunjuk Presiden sebagai Penjabat Gubernur Babel dengan tujuan adalah menata pertambangan timah, ternyata malah jauh panggang dari api.

RD menyatakan bercita-cita menata pertambangan daerah ini.

Hanya pola yang ia terapkan selalu dimulai dari berupaya menertibkan setiap tambang-tambang ilegal --yang noetabene melibatkan rakyat langsung-- tanpa menawarkan solusi.  

BACA JUGA:Lolos dari Tukin, Ridwan Djamaluddin Terjerat di Tambang

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: