5 Anak Terdampak Kekerasan di Babel Dapat Beasiswa LPAI

5 Anak Terdampak Kekerasan di Babel Dapat Beasiswa LPAI

Ketua LPAI Babel menyerahkan beasiswa kepada salah satu anak terdampak kekerasan. --Foto Lia

BABELPOS.ID, PANGKALPINANG - PT Bayan Resources melalui program Bayan Peduli bekerjasama dengan Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) memberikan beasiswa khusus bagi anak-anak yang terdampak kekerasan di Indonesia termasuk di Provinsi Bangka Belitung.

Ketua LPAI Bangka Belitung, Nurmala Dewi Hernawati kepada wartawan, Rabu (01/04/2026) menjelaskan bahwa beasiswa ini akan diberikan kepada masing-masing provinsi di Indonesia untuk 10 anak terdampak kekerasan. 

Ia menyebut bahwa untuk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Beasiswa Bayan Peduli ini akan disalurkan oleh LPAI Bangka Belitung bagi 5  orang anak yang terdampak kekerasan. Pencairan ini akan dilakukan sebanyak 3 kali dalam 1 tahun.

"LPAI pusat bekerjasama dengan PT Bayan memberikan Beasiswa Bayan Peduli untuk anak-anak sekolah korban kekerasan yang tidak mampu," jelasnya.

BACA JUGA:Dicari Polisi! Pria 41 Tahun Ini Pelaku Kekerasan Seksual Anak di Toboali

BACA JUGA:Bhabinkamtibmas Monitoring Permukiman, Edukasi Warga Antisipasi 3C dan Kekerasan Seksual

Diakui Dewi, untuk di Bangka Belitung baru diajukan lima anak korban kekerasan yang mendapat beasiswa dari program Bayan Peduli. 

"Seharusnya 10 orang tapi yang baru kami ajukan sebanyak 5 orang. Nanti ke depannya kita ajukan 10 orang," ungkap aktivis anak dan perempuan ini. 

Dewi menambahkan, bahwa untuk anak SD mendapatkan beasiswa sebesar Rp 3 juta, SMP sebesar Rp 5 juta dan SLTA sebesar Rp 7 juta. 

Menurutnya, beasiswa yang diperoleh kelima anak korban kekerasan ini untuk membeli kebutuhan sekolah, tidak boleh dibelikan di luar keperluan sekolah. 

Melalui beasiswa dari program Bayan Peduli ini Dewi berharap anak-anak korban kekerasan tidak putus sekolah dan semangat melanjutkan pendidikannya. 

"Untuk seluruh daerah di Indonesia semuanya baru tahun 2026 ini mendapatkan beasiswa dari PT Bayan bekerjasama dengan LPAI melalui program Bayan Peduli," kata Dewi. 

Dia berharap program Beasiswa Bayan Peduli ini terus berlanjut sehingga anak-anak korban kekerasan bisa terus melanjutkan pendidikan hingga selesai. 

BACA JUGA:Dinas P3ACSKB Babel Dampingi 100 Anak Korban Kekerasan Seksual

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: