Pemerintah Dukung Riset Penelitian Jadi Aset

Pemerintah Dukung Riset Penelitian Jadi Aset

--

“Di manapun di dunia ini yang menjadi pemegang pasar adalah dosen dan peneliti karena merekalah yang memiliki waktu cukup untuk melakukan terobosan dan menciptakan pasar, bahkan yang awalnya tidak ada seperti AI,” ujarnya. 

Stella menambahkan bahwa inovasi besar lahir dari peneliti yang memiliki research mindset dan keberanian membangun riset jangka panjang.

Ia mencontohkan perkembangan kecerdasan artifisial (AI) yang pada awalnya hanya berupa gagasan riset sebelum akhirnya menjadi teknologi yang mengubah kehidupan masyarakat dunia.

Karena itu, ia menilai kebebasan berpikir dan dukungan finansial menjadi faktor penting untuk menciptakan inovasi yang mampu memimpin pasar.

BACA JUGA:Kanwil Kemenkum Babel Ikuti Penutupan ToF Implementasi KUHP dan KUHAP Tahun 2026

Sepakat dengan Stella, Prof. Veinardi Suendo menilai proses mengubah riset menjadi produk siap pakai bukan hal mudah karena peneliti sering dihadapkan pada pilihan antara mengejar publikasi ilmiah atau membangun inovasi yang dapat diterapkan di masyarakat.

Karena itu, menurutnya, dibutuhkan sistem yang memberi ruang bagi peneliti untuk melakukan riset jangka panjang sekaligus mendorong hasilnya agar lebih relevan dengan kebutuhan publik dan industri. 

BACA JUGA:Kanwil Kemenkum Babel Ikuti Penutupan ToF Implementasi KUHP dan KUHAP Tahun 2026

Sementara itu, Rocky Gerung menyoroti pentingnya kebebasan berpikir dalam proses penciptaan inovasi dan paten.

Menurutnya, kampus tidak hanya menjadi ruang riset, tetapi juga tempat menguji gagasan melalui debat dan pertukaran pemikiran.  

“Paten tidak mungkin tercipta jika tidak ada kebebasan berpikir di kampus.

Tanpa pikiran terbuka, inovasi tidak akan lahir,” ujarnya.

Ia menilai kekuatan intelektual harus diarahkan untuk menghasilkan kemanfaatan nyata bagi masyarakat. 

BACA JUGA:Jelang Idul Adha, 1.000 Paket Sembako Murah di Riding Panjang Diserbu Warga

Tokoh pendidikan dan investasi Gita Wirjawan juga menekankan pentingnya penguatan human capital untuk mempercepat lahirnya inovasi berbasis teknologi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait