Selain pelayanan keimigrasian, Pelindo juga mendorong penguatan kolaborasi dengan kepolisian, karantina, KSOP, dan instansi terkait lainnya.
Salah satu upaya yang disampaikan adalah rencana optimalisasi pemeriksaan dengan dukungan unit K9 untuk membantu pencegahan peredaran narkoba di kawasan terminal penumpang.
Teuku berharap sinergi tersebut mampu menciptakan kawasan pelabuhan yang semakin aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat maupun pengguna jasa.
Disisi lain, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kepulauan Bangka Belitung, Junita Sitorus, menegaskan bahwa keberadaan Pos TPI tidak hanya berkaitan dengan pelayanan, tetapi juga pelaksanaan fungsi pengawasan dan penegakan hukum keimigrasian.
BACA JUGA:Atasi Kekeringan, DLH Bangka Salurkan Bantuan Air Bersih ke Sekolah dan Tempat Ibadah
Ia menjelaskan, tempat pemeriksaan imigrasi merupakan bagian penting dari pelaksanaan fungsi negara di pintu masuk dan keluar wilayah Indonesia.
Karena itu, keberadaan petugas di Pelabuhan Pangkal Balam memiliki peran strategis dalam memastikan lalu lintas orang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Fungsi Imigrasi bukan semata-mata pelayanan. Ada fungsi penegakan hukum dan intelijen keimigrasian yang juga harus dijalankan,” tegas Junita.
Ia mengingatkan bahwa setiap orang yang masuk atau keluar wilayah Indonesia wajib mengikuti pemeriksaan keimigrasian sesuai ketentuan perundang-undangan.
Pengawasan tersebut berlaku bagi warga negara asing maupun warga negara Indonesia.
BACA JUGA:Darurat Paham Kekerasan di Layar Gawai, BNPT Kerahkan Guru Jadi Benteng Pertama
Junita juga meminta jajaran Kantor Imigrasi Pangkalpinang memperkuat koordinasi dan pertukaran informasi dengan unsur TNI AL, kepolisian, KSOP, serta komunitas pelabuhan.
Menurutnya, pengawasan tidak boleh hanya berfokus pada pelabuhan besar. Kawasan pelabuhan yang relatif kecil pun tetap membutuhkan perhatian karena berpotensi menjadi celah apabila koordinasi dan pengawasan tidak berjalan optimal.
“Kami mohon kerja sama dari seluruh komunitas Pelabuhan Pangkal Balam.
Perlu ada pertukaran informasi yang cepat agar setiap potensi permasalahan bisa diketahui dan ditindaklanjuti sejak dini,” ujarnya.