Pos Imigrasi Pangkal Balam Diresmikan, Pengawasan Kapal Asing Diperketat

Rabu 21-10-2026,11:35 WIB
Reporter : Agus Putra
Editor : Govin

BACA JUGA:Lapas Pangkalpinang Produktifkan Lahan Idle Lewat Penanaman Nanas Lokal Tuatunu

Ahmad menambahkan, pihaknya juga siap berkolaborasi dengan instansi terkait untuk mendukung kelancaran aktivitas pelabuhan, terutama saat terjadi peningkatan mobilitas masyarakat pada periode Lebaran, libur akhir tahun, dan libur sekolah.

Ia berharap kehadiran pos tersebut membuat koordinasi antarpihak semakin efektif sehingga pelayanan dan pengawasan di Pelabuhan Pangkal Balam dapat berjalan optimal.

Sementara itu, General Manager PT Pelindo Regional II Pangkal Balam, Teuku Kamil Syamsura, menyambut baik kehadiran Pos TPI sebagai bagian dari penguatan pelayanan di kawasan pelabuhan.

BACA JUGA:Darurat Paham Kekerasan di Layar Gawai, BNPT Kerahkan Guru Jadi Benteng Pertama

Menurut Teuku, Pelindo berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan pengguna jasa pelabuhan.

Kehadiran fasilitas keimigrasian dinilai dapat mempermudah proses pelayanan bagi kapal-kapal yang melakukan pelayaran internasional.

Ia menyebutkan, saat ini Pelabuhan Pangkal Balam melayani sekitar delapan kapal ocean going dalam sebulan, dengan Singapura sebagai salah satu tujuan utama.

Secara keseluruhan, terdapat sekitar 200 pergerakan kapal pulang-pergi di pelabuhan tersebut.

“Alhamdulillah, hari ini kita menambah satu lagi fungsi keimigrasian yang nantinya akan mempermudah pelayanan bagi kapal-kapal ocean going yang datang ke Pelabuhan Pangkal Balam,” kata Teuku.

BACA JUGA:Apel Pagi Kanwil Kemenkum Babel, Johan Manurung Sambut Kadiv P3H Baru dan Tekankan Integritas Pelayanan

Ia menegaskan, fungsi pengawasan dan pelayanan pada dasarnya dapat berjalan beriringan.

Pengawasan diperlukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban, sedangkan pelayanan harus tetap memberikan kemudahan bagi para pengguna jasa.

Teuku juga berharap petugas di lapangan mengedepankan pendekatan humanis dalam memberikan pelayanan.

Menurutnya, keramahan dan komunikasi yang baik menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap layanan pelabuhan.

“Yang ingin kita tekankan, pemeriksaan dan pengawasan bukan untuk membuat masyarakat takut, tetapi merupakan bagian dari pelayanan agar pengguna jasa merasa aman dan nyaman,” ujarnya.

Kategori :