Peningkatan kualitas kegiatan masyarakat selama CFD juga menjadi bagian dari evaluasi pemerintah daerah.
Langkah tersebut diharapkan membuat CFD memiliki manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekaligus mendukung citra Belitung sebagai daerah yang peduli terhadap lingkungan.
Komitmen Lingkungan Harus Terlihat
Djoni menegaskan CFD akan terus diarahkan sebagai bagian dari kebijakan lingkungan yang konkret.
Penghentian kendaraan selama beberapa jam setiap Minggu memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memanfaatkan ruang kota dengan cara berbeda.
Jalan yang biasanya dipenuhi kendaraan dapat digunakan untuk aktivitas warga.
Di sisi lain, keberadaan UMKM membuat kawasan tersebut tetap hidup dan memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat.
"CFD kita bangun bukan sekadar sebagai agenda mingguan, tetapi sebagai bukti bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus diwujudkan dalam kebijakan yang nyata dan dirasakan masyarakat," tandasnya.
BACA JUGA:Spesifikasi Mitsubishi Pajero Terbaru yang Makin Gagah, Siap Tantang Toyota Land Cruiser
Pemkab Belitung selanjutnya akan terus mengevaluasi pelaksanaan CFD.
Pembenahan sanitasi, kebersihan, penataan UMKM dan kualitas aktivitas warga menjadi bagian dari upaya tersebut.
Dengan pengelolaan yang semakin baik, CFD di kawasan Bundara Satam Tanjungpandan diharapkan tidak hanya menjadi agenda rutin Minggu pagi.
Kegiatan ini juga menjadi salah satu wajah ruang publik Belitung sekaligus bagian dari upaya membangun citra daerah yang sehat, nyaman dan peduli terhadap lingkungan.
BACA JUGA:Kanwil Kemenkum Babel Fasilitasi Penyerahan 8 Sertifikat Merek Kolektif KDMP
BACA JUGA:Punya RAM 16GB dan Baterai 8050 mAh, POCO F9 Ultra Dijual Segini