Perkuat Penanganan Karhutla, Emergency Response Team PT TIMAH Sudah 97 Kali Turun Padamkan Api

Rabu 26-08-2026,18:07 WIB
Reporter : Agus Putra
Editor : Govin

Jika persediaan habis dan tidak tersedia sumber air atau armada penyuplai, petugas membutuhkan waktu sekitar 15 hingga 30 menit untuk mengisi kembali.

"Kalau kita hanya sendiri dan tidak ada langsung supply air, kita harus mengambil air lagi.

Itu butuh waktu kurang lebih 15 sampai 30 menit," jelasnya.

Karena itu, pola kerja bersama melalui tim Si Jago Merah menjadi penting.

Kehadiran sejumlah armada dari berbagai instansi memungkinkan proses pemadaman dan suplai air dilakukan secara bergantian.

BACA JUGA:Satpol PP Bangka Gelar Rakor KTR: Bentuk Satgas Lintas‑Sektor & Genjot Kembali Peringkat Penegakan Aturan

Pemerintah juga menggandeng Perumda Air Minum untuk mendukung ketersediaan sumber air, termasuk membuka hidran di sejumlah titik yang dapat digunakan untuk mempercepat pengisian air bagi armada pemadam.

Selain memperkuat kesiapsiagaan dan respons pemadaman, Budi mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan tindakan yang dapat memicu kebakaran.

BACA JUGA:Riza Herdavid Bersama Forkopimda Pantau Gebyar UMKM PWI Basel dan Tournamnet PWI Orado Cup

Ia meminta masyarakat tidak sengaja membakar lahan maupun melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan titik api, terutama ketika kondisi cuaca panas dan lahan kering.

"Mohon kepada seluruh masyarakat, stop, berhenti untuk jahil ataupun sengaja.

Jangan usil," tegasnya.

Ia juga meminta masyarakat ikut membantu melaporkan apabila menemukan tindakan yang sengaja memicu kebakaran.

"Kalau ada yang melihat orang yang sengaja, tolong dibantu untuk penangkapan agar ada efek jera," katanya.

BACA JUGA:PLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Siap Dukung Akselerasi Pengembangan EBT Menuju Swasembada Energi

Budi berharap sinergi antara Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, PT TIMAH dan seluruh pemangku kepentingan tidak hanya dilakukan saat musim kemarau atau ketika ancaman karhutla meningkat.

Kategori :