Penempatan armada di sejumlah wilayah tersebut memungkinkan respons lebih cepat ketika terjadi kebakaran, khususnya di wilayah yang membutuhkan dukungan tambahan dalam proses pemadaman.
Budi mengatakan, kontribusi PT TIMAH juga telah dirasakan dalam penanganan kebakaran di wilayah Bangka bagian utara dan Bangka Barat.
"Untuk membantu terutama di wilayah utara, Kabupaten Bangka, responsnya luar biasa.
Begitu juga di Kabupaten Bangka Barat sangat membantu," katanya.
BACA JUGA:Ratusan Regu Pelajar dan Umum Ramaikan Pawai Baris Indah Hari Kedua
Menurut Budi, tantangan penanganan karhutla tidak dapat dihadapi oleh satu instansi saja.
Kolaborasi menjadi kunci agar api dapat segera dikendalikan dan tidak meluas.
"Jika semua stakeholder, baik BUMN, vertikal maupun pemerintah, sudah bersatu untuk membantu sesama, insyaallah kita akan lebih kuat dalam menghadapi cuaca atau musim El Nino Godzilla ini," ujarnya.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada PT TIMAH yang terus mendukung pemerintah dalam penanganan karhutla di Bangka Belitung.
BACA JUGA:Rute Pawai PBB HUT RI di Babel Diperpendek Karena Cuaca Panas
"Terima kasih banyak buat PT TIMAH yang telah membantu kami pemerintah provinsi.
Pak Gubernur juga memberikan apresiasi kepada rekan-rekan, terutama pemadam di PT TIMAH itu sendiri," katanya.
Dalam penanganan karhutla, salah satu kendala yang dihadapi petugas adalah ketersediaan sumber air.
Kapasitas tangki armada pemadam yang terbatas membuat petugas membutuhkan waktu untuk melakukan pengisian ulang apabila tidak ada pasokan air di sekitar lokasi kebakaran.
BACA JUGA:Curi TBS Milik PT. BML, Dua Warga Desa Jelutung II Berakhir Begini
Budi menjelaskan, armada pemadam umumnya membawa sekitar empat hingga lima ton air.