Karhutla Beltim Capai 149 Kasus, 284 Hektare Terbakar hingga 14 Agustus 2026

Karhutla Beltim Capai 149 Kasus, 284 Hektare Terbakar hingga 14 Agustus 2026

Petugas BPBD Beltim melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan di salah satu wilayah yang terdampak karhutla. (Foto: Ist)--

BABELPOS.ID, MANGGARKebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) mengalami peningkatan signifikan sepanjang musim kemarau 2026. 

Hingga 14 Agustus 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Beltim mencatat sebanyak 149 kejadian karhutla dengan total luas area terdampak mencapai 284 hektare.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Beltim Robby Yanuar, mengatakan kondisi cuaca yang cukup ekstrem menjadi salah satu faktor yang memperparah kejadian kebakaran hutan dan lahan.

Menurutnya, musim kemarau yang dibarengi fenomena El Nino membuat kondisi lahan lebih kering dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

BACA JUGA:Rekomendasi 5 Event Marathon Terbaik di Indonesia Beserta Perkiraan Biaya Pendaftarannya

“Kondisi cuaca saat ini memang cukup ekstrem terjadi di Belitung Timur.

Sekarang ini musim kemarau yang dibarengi dengan fenomena El Nino menyebabkan kemarau ini lebih kering dari tahun-tahun biasanya,” kata Robby, dalam keterangan resminya, Minggu (16/8/2026).

Ia menjelaskan, peningkatan kejadian karhutla terlihat cukup signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Bahkan, sepanjang 1 hingga 14 Agustus 2026 saja, BPBD Beltim telah menangani 58 kejadian karhutla dengan luas area terbakar mencapai 111 hektare.

BACA JUGA:Bareskrim Ungkap Jaringan Penyelundupan Emas ke Dubai

“Puncak kejadiannya itu ada di bulan Agustus ini. Tanggal 1 hingga tanggal 14 Agustus, telah terjadi 58 kejadian dan menyebabkan 111 hektare yang terbakar,” jelasnya.

Robby mengungkapkan, penanganan karhutla di Beltim menghadapi sejumlah kendala, terutama karena luasnya area yang terdampak serta kondisi geografis wilayah.

Banyak lahan kosong yang membentang di antara permukiman masyarakat. Bahkan, sebagian besar lokasi kebakaran berada di kawasan yang aksesnya mengarah menuju kolong-kolong tambang rakyat.

BACA JUGA:10 Tahun Sanggar Senam Happy Pangkalpinang, Bidik Bibit Pesenam Aerobik Berprestasi Babel

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: