Rebo Kasan, Cara Masyarakat Air Anyir Menolak Bala

Rabu 12-08-2026,11:24 WIB
Reporter : Yudi
Editor : Govin

BABELPOS.ID, SUNGAILIAT -Masyarakat Dusun Pemberan Desa Air Anyir Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka melaksanakan Doa Bersama Adat Rebo Kasan serta Tasyakuran Peresmian Masjid Baitul Islam Dusun Temberan Air Anyir Rabu(12/8/2026).

Doa Bersama Adat Rebo Kasan serta Tasyakuran Peresmian Masjid Baitul Islam Dusun Pemberan Desa Air Anyir Kecamatan Merawang tersebut dihadiri Kabiro Kesrah Provinsi Bangka Belitung M.Yasir Mustafah, Plt Sekda Bangka Drs H Asep Setiawan, Ketua Tim Penggerak PKK kabupaten Bangka, Dini Harlina Fery Insani.

BACA JUGA:6 Sayuran Terbaik untuk Menurunkan Tekanan Darah, Ada Bayam dan Tomat

Sejak pagi hari masyarakat berkumpul di Masjid Baitul Islam Dusun Pemberan Desa Air Anyir Kecamatan Merawang sambil membawa dulang yang berisi makanan yang disajikan untuk melaksanakan tradisi Rebo Kasan.

Tradisi Rebo Kasan sendiri merupakan tradisi budaya yang diadakan di hari Rabu Terakhir pada Bulan Safar, yaitu bulan kedua dari 12 bulan penanggalan Hijriyah,  yang mana di dalamnya berisi kegiatan doa bersama untuk memohon perlindungan, keberkahan, keselamatan dan kebaikan antar sesama manusia. 

BACA JUGA:Pemkab Bangka Barat pasarkan produk UMKM pada momentum HUT ke-81 RI

Plt Sekda Bangka Asep Setiawan mengatakan tradisi tersebut memiliki manfaat positif bagi masyarakat, utamanya agar terus menjalin silaturahmi dan kebersamaan antar masyarakat. 

"Ini adalah salah satu tradisi yang baik, kita duduk untuk makan bersama dan tidak ada perbedaan diantara kita.

Mari kita jaga ini semua untuk membangun Bangka Belitung yang luar biasa dan modern," ungkap Asep Setiawan.

Tradisi adat Rebo Kasan tambahnya, merupakan bukti kekayaan intelektual komunal sudah terjalin dengan baik di Negeri Sepintun Sedulang Kabupaten Bangka. 

BACA JUGA:Ritual Tolak Bala, Warga Desa Air Nyatoh Bangka Barat Gelar Tradisi Rebo Kasan

Dengan kekayaan keberagaman budaya dan kearifan lokal di Babel itu bukanlah sebagai faktor pembeda dan pemecah belah, tetapi sebagai wadah dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan antar sesama.

Selain itu, dengan menyajikan pariwisata yang memiliki kekhasan berbasis kekayaan intelektual, diharapkan dapat menarik wisatawan untuk datang ke daerah ini." tambahnya.

Perayaan Tradisi adat Rebo Kasan selain dilaksanakan pelepasan ketupat lepas dan juga diisi dengan ceramah agama oleh Mu'alim Rizal dan Nganggung Sepintu Sedulang. 

BACA JUGA:Edi Nasapta Surati Basarnas Minta pencarian empat nelayan Belitung yang hilang dimaksimalkan

Kategori :