Selama Semester I Tahun 2026, Imigrasi Pangkalpinang juga melayani 2.656 pelintas di empat Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI), yakni TPI Laut Tanjung Balai, Tanjung Gudang Belitung, Tanjung Kalian Muntok, dan Terminal Khusus Kedalaman Muntok.
BACA JUGA:Kasat Lantas Polresta Pangkalpinang Berganti, Kapolresta Siapkan Sebulan Masa Teguran Sebelum Tilang
Di bidang pengawasan, Imigrasi melaksanakan 134 operasi pengawasan orang asing, dua kegiatan koordinasi bersama instansi terkait, serta menjatuhkan tindakan administratif berupa deportasi terhadap tiga warga negara asing asal Italia, Thailand, dan Pakistan.
Menurut Khumaidi, menurunnya angka deportasi justru menunjukkan meningkatnya kepatuhan warga negara asing terhadap peraturan keimigrasian.
BACA JUGA:Polresta Pangkalpinang Gandeng STIE IBEK Buka Kuliah Gratis
Selain itu, pada bidang izin tinggal, Imigrasi Pangkalpinang menerbitkan 116 izin tinggal, memproses 37 Exit Permit Only (EPO), serta melayani pendaftaran anak berkewarganegaraan ganda terbatas.
Untuk semakin mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, Kantor Imigrasi Pangkalpinang terus menghadirkan berbagai inovasi.
Selain membuka layanan di MPP Bangka Barat dan Bangka Selatan, Imigrasi juga melayani permohonan paspor berdasarkan permintaan pemerintah daerah, kecamatan, hingga kelurahan.
BACA JUGA:Baru 3 Jam Beraksi, Residivis Pencuri HP di Pangkalpinang Dibekuk Tim Buser Naga
Inovasi terbaru yang mulai dijalankan adalah Paspor Weekend Ceria, yakni pelayanan paspor pada akhir pekan di lokasi tertentu.
"Program ini merupakan program nasional. Di Jakarta dilaksanakan saat Car Free Day.
Karena Pangkalpinang tidak memiliki Car Free Day seperti di Jakarta, kami menyesuaikannya dengan membuka pelayanan di kawasan permukiman.
Beberapa minggu lalu kami sudah melaksanakan Paspor Weekend Ceria di kawasan Perumahan Taman Tilawah Damai," jelas Khumaidi.
BACA JUGA:Babel Berikan Hadiah Emas bagi Warga Taat Pajak Motor
Ia menegaskan, seluruh inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pangkalpinang untuk menghadirkan pelayanan yang semakin mudah dijangkau, profesional, akuntabel, serta berintegritas.
"Kami akan terus melakukan inovasi agar pelayanan keimigrasian semakin dekat dengan masyarakat, sekaligus mewujudkan pembangunan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM)," pungkasnya.