Mentan menegaskan program tersebut dilaksanakan di atas lahan milik negara maupun masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku, dengan tujuan meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat setempat.
“Saudara-saudara kita di Papua juga membutuhkan kesejahteraan. Mereka justru meminta tambahan lahan pertanian agar bisa meningkatkan kehidupan mereka. Itu yang terus kita dorong,” ujarnya.
Antusiasme masyarakat, lanjutnya, terlihat dari permintaan sejumlah kepala suku agar pemerintah memperluas program cetak sawah di wilayah mereka.
“Kami sudah di bandara ketika dua kepala suku datang meminta tambahan 5.000 sampai 10.000 hektare. Artinya masyarakat di sana ingin maju melalui pertanian. Itu yang harus kita dukung bersama,” ucap Mentan.
Mentan optimistis kolaborasi pemerintah dengan pondok pesantren, masyarakat, dan berbagai elemen umat Islam dapat memperluas basis produksi pangan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat.
Penguatan pertanian berbasis pesantren, pengembangan perkebunan rakyat, hilirisasi, serta perluasan kawasan produksi pangan di berbagai daerah menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
BACA JUGA:Kemendukbangga: MBG Mesti Kuatkan Ekosistem Cegah Stunting di Daerah
BACA JUGA:Mengawal Program Prioritas dengan Akal Sehat