Keunggulan membuat Inggris sedikit lengah dan pelatih Thomas Tuchel mengambil keputusan krusial yang berujung fatal dengan memasukkan tiga bek yakni Ezri Konsa, Dan Burn, dan Nico O'Reilly sembari menarik keluar Gordon, Rice, serta Reece James.
Langkah Tuchel menumpuk pemain di lini pertahanan justru mengundang gempuran dari Argentina yang kian deras, hingga akhirnya pada menit ke-85 tembok Inggris runtuh berkat gol tendangan jarak jauh Fernandez.
Berawal dari situasi sepak pojok, nyaris seluruh pemain Inggris berada di dalam kotak penalti mereka, sementara Fernandez berdiri relatif bebas untuk menerima umpan sodoran Messi sebelum melepaskan tembakan jarak jauh yang tak mampu diantisipasi Pickford. Skor berubah 1-1.
BACA JUGA:Argentina Vs Inggris, Kesempatan Sekali Seumur Hidup Nico O'Reilly Hadapi Messi
BACA JUGA:Argentina Vs Inggris Bagi Messi Sangat Spesial
Saat pertandingan tampak akan berlanjut ke babak perpanjangan waktu, Argentina justru mencetak gol kemenangan pada masa injury time.
Berawal dari tembakan Alexis Mac Allister yang membentur tiang, bola kembali dikuasai Messi di sisi kanan.
Kapten Argentina itu kemudian melewati kawalan pemain Inggris sebelum mengirim umpan silang akurat ke tiang jauh.
Lautaro Martinez menyambut umpan tersebut dengan sundulan yang tak mampu dihentikan Pickford. Gol pada menit ke-90+2 memastikan Argentina berbalik unggul 2-1.
Tuchel berusaha membayar kesalahannya dengan memasukkan dua pemain depan Marcus Rashford dan Ivan Toney menggantikan Spence dan Stone, tapi sisa waktu terlalu singkat bagi Inggris untuk mengubah keadaan dan skor 2-1 bagi Argentina yang bertahan hingga peluit tanda bubaran berbunyi.
Argentina melanjutkan tren mereka yang selalu mampu lolos dalam enam penampilan di semifinal Piala Dunia, sedangkan Inggris harus melanjutkan penantian panjang mereka meraih gelar juara dunia. Inggris hanya akan menghadapi Prancis untuk laga perebutan tempat ketiga.
BACA JUGA:Piala Dunia 2030 Bakal Diikuti 64 Negara?
BACA JUGA:Jelang Semi-final Inggris Vs Argentina, Ini Kata Kedua Pelatih