Neymar meninggalkan tim nasional sebagai pemegang rekor pencetak gol terbanyak Selecao dan salah satu ikon terbesar yang pernah dimiliki negara tersebut.
Sementara bagi Haaland cs, skor akhir pertandingan seolah mengulangi kemenangan Norwegia di fase grup Piala Dunia 1998 silam, tapi kali ini mereka meraih hasil yang lebih berarti sebab mereka untuk pertama kalinya bisa menjejaki babak perempat final Piala Dunia.
Selanjutnya Norwegia akan melakoni laga perempat final mereka di Atlanta, Sabtu (11/7) menanti pemenang laga 16 besar lain antara Meksiko kontra Inggris yang baru dimainkan belakangan di Azteca, Mexico City, Senin pagi WIB.
Bagi Haaland, tambahan dua gol membuat dia kini berdiri setara dengan megabintang Argentina Lionel Messi dan patron Prancis Kylian Mbappe dalam daftar perburuan sepatu emas. Ketiganya sejauh ini sama-sama mengoleksi tujuh gol.
BACA JUGA:Kapten Austria Akui Spanyol Terlalu Kuat
BACA JUGA:Chelsea Gaet Bek Muda Timnas Italia
Jalannya pertandingan
Kendati Haaland menunjukkan kontribusi konsisten di lini depan, pelatih Stale Solbakken dan para suporter Norwegia patut berterima kasih pula kepada kiper Orjan Nyland yang tampil gemilang sepanjang pertandingan melawan Brasil.
Setelah gol cepat Norwegia lewat Patrick Berg pada menit ketiga dianulir VAR karena Alexander Sorloth divonis terjebak posisi offside dalam proses serangan, Brasil memperoleh kesempatan emas untuk membuka keunggulan ketika wasit Ismail Elfath menunjuk titik putih pada menit ke-12 seusai meninjau tayangan ulang VAR atas insiden jegalan Kristoffer Ajer terhadap Matheus Cunha di area terlarang.
Namun, Nyland menunjukkan ketenangan dan kecermatannya untuk membaca arah eksekusi penalti Bruno Guimaraes demi mementahkan bola dan mengubur kesempatan Brasil membuka keunggulan.
Nyland juga melakukan dua penyelamatan penting lain di babak pertama untuk menggagalkan peluang berbahaya Brasil yang diciptakan Gabriel Martinelli dan Vinicius Junior. Sebaliknya ancaman balasan Norwegia dari Haaland dan kapten Martin Odegaard belum mampu menaklukkan kiper Alisson Becker, memaksa kedua tim masuk ke ruang ganti dalam keadaan nirgol.
Babak kedua berlangsung sama sengitnya, kedua tim saling serang tapi kebuntuan masih membayani. Carlo Ancelotti berusaha memecahkan masalah dengan memasukkan Endrick menggantikan Matheus Cunha pada menit ke-58.
Pergantian itu cukup berdampak, sebab Endrick langsung memperoleh peluang apik semenit setelah memasuki lapangan kala menerima umpan Vinicius Junior, sayang sentuhan keduanya terlalu dekat dengan Nyland yang segera sigap mengamankan bola.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-79 saat Haaland memamerkan ketajamannya untuk menanduk umpan silang Andreas Schjelderup meski mendapat kawalan ketat dari Gabriel Magalhaes. Sundulannya memantul ke tanah sebelum bersarang di gawang Alisson dan membawa Norwegia unggul 1-0.
Brasil nyaris membalas dua menit jelang bubaran waktu normal ketika bola tembakan Endrick berbelok arah dan melambung menuju pojok kanan atas gawang karena membentur Ajer, tapi Nyland sekali lagi memamerkan kejeliannya untuk melakukan penyelamatan gemilang.
Tepat di menit terakhir waktu normal, Norwegia justru berhasil menggandakan keunggulan mereka ketika Haaland mendapatkan peluang di kotak penalti dan menyelesaikannya dengan tendangan mendatar terukur ke pojok tiang jauh gawang Brasil, tak terjangkau upaya penyelamatan Alisson.
Ketertinggalan dua gol membuat Brasil gusar, emosi mereka mudah terpancing oleh insiden kecil yang sempat membuat pertandingan terhenti pada menit-menit tambahan.