Sementara itu, Wakapolda Kepulauan Bangka Belitung Brigjen Pol. Murry Miranda menegaskan, Sistem Manajemen Pengamanan merupakan elemen penting dalam perlindungan objek vital nasional dan aset strategi perusahaan.
Menurutnya, pengamanan modern tidak lagi hanya mengandalkan pemeliharaan fisik, tetapi juga harus diperkuat dengan sistem, teknologi, manajemen risiko, dan budaya keamanan yang kuat.
BACA JUGA:BD Sabu Khusus Pekerja Tambang Ditangkap
“Keamanan saat ini tidak cukup hanya mengandalkan personel dan penjagaan fisik.
Perusahaan harus membangun sistem, budaya kerja, teknologi, serta manajemen risiko keamanan yang kuat agar mampu mencegah gangguan sebelum terjadi,” katanya.
Ia menambahkan, penerapan SMP juga menjadi indikator penting dalam menciptakan iklim investasi yang aman dan profesional.
Oleh karena itu, sinergi antara dunia usaha dan aparat keamanan perlu terus diperkuat guna mendukung stabilitas ekonomi nasional.
BACA JUGA:PWI Bangka Barat Matangkan Persiapan Konferkab II Untuk Pengurusan 3 Tahun Kedepan
Kegiatan sosialisasi ini juga diisi dengan pemaparan materi terkait sistem dan program kerja Sistem Manajemen Pengamanan Objek Vital Nasional oleh Ketua Divisi Pengamanan PT TIMAH Gugun Gumilang serta Auditor Sispamobvitnas Madya Tk. III Baharkam Polri Kombes Pol. Edy Sumardi Priadinata.
Melalui sosialisasi dan pra audit ini, PT TIMAH berharap implementasi Sistem Manajemen Pengamanan dapat berjalan optimal dan diterapkan secara konsisten di seluruh lini perusahaan sebagai bagian dari budaya kerja perusahaan.
BACA JUGA:Prestasi LPH LPPOM Bangka Belitung Dalam Penguatan Ekosistem Halal Nasional
BACA JUGA:Ada Honorer Jadi Bandar Narkoba, Ditangkap di Salah Satu Hotel di Pangkalpinang
BACA JUGA:Bhabinkamtibmas Polsek Pangkalan Baru Gelar Patroli Dialogis