Sementara itu, Ketua GOW Bangka Tengah, Diah Vitaloka, mengatakan bahwa kanker masih menjadi salah satu tantangan kesehatan utama bagi perempuan di seluruh dunia, termasuk di Bangka Tengah.
Ia menjelaskan bahwa kanker serviks, kanker payudara, dan kanker ovarium merupakan jenis kanker yang paling umum dan mematikan bagi perempuan.
BACA JUGA:Dealer Honda NSS Pangkalpinang Hadirkan Layanan Spesial dan Berbagi Tumbler untuk Konsumen Perempuan
“Kanker tetap menjadi salah satu tantangan kesehatan utama yang kita hadapi.
Namun kabar baiknya, dengan kemajuan ilmu kedokteran, deteksi dini dan skrining dapat meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan secara signifikan,” ungkapnya.
Diah juga menyoroti masih rendahnya kesadaran perempuan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.
Ia menyebutkan bahwa banyak perempuan enggan melakukan skrining karena takut, kurang informasi, hingga faktor biaya dan stigma sosial.
“Ibu-ibu, jangan takut untuk memeriksakan diri.
Apalagi saat ini banyak layanan skrining yang difasilitasi pemerintah secara gratis.
Mari kita jaga kesehatan agar tetap sehat, aktif, dan produktif,” ajaknya.
BACA JUGA:Pemkab Bangka Barat Tumbuhkan Kreativitas Siswa Melalui Festival Seni
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Tengah, Zaitun, menjelaskan bahwa kasus kanker, khususnya kanker payudara di Bangka Tengah, masih cukup tinggi dan menjadi perhatian serius pemerintah.
“Kondisi yang memprihatinkan, banyak pasien datang ke rumah sakit sudah dalam keadaan parah.
Padahal jika dideteksi lebih awal, peluang kesembuhan jauh lebih besar,” jelasnya.
Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini, kasus kanker payudara yang ditangani di rumah sakit telah mencapai lebih dari 50 orang.
Bahkan, laporan dari puskesmas pada tahun 2025 menunjukkan lebih dari 14 kasus.