BABELPOS.ID - Vape atau rokok elektronik mengandung tiga komponen utama yang berkontribusi terhadap risiko kesehatan, terutama pada remaja.
Menurut Dewan Eksekutif Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Prof. DR. Dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P(K), FISR, FAPSR, komponen pertama adalah nikotin yang bersifat adiktif dan dapat menyebabkan ketergantungan.
“Sekitar 79,5 persen pengguna vape mengalami adiksi karena kandungan nikotin,” katanya dilansir Antara, Senin (13/4).
Ia menambahkan, ketergantungan tersebut juga mendorong pengguna beralih ke rokok konvensional.
“Sekitar 40 sampai 50 persen pengguna menjadi dual user, menggunakan vape dan rokok konvensional,” ujarnya.
Komponen kedua adalah bahan karsinogen atau zat pemicu kanker yang terdapat dalam cairan vape, seperti formaldehida dan asetaldehida.
Ia menjelaskan, meski rokok elektronik tidak mengandung tar seperti rokok konvensional, berbagai zat kimia dalam vape tetap berpotensi memicu kanker.
BACA JUGA:Cara Cegah Noda Gigi Karena Kopi
BACA JUGA:8 Cara Putihkan Gigi yang Kuning dengan Bahan Alami, Nomor 2 Gak Nyangka
Ia mengatakan bahwa bukti pada manusia memang masih terbatas karena penggunaan vape relatif baru, namun studi laboratorium menunjukkan adanya risiko tersebut.
Komponen ketiga adalah zat toksik yang dapat memicu peradangan di saluran pernapasan dan pembuluh darah. Paparan zat tersebut, kata dia, dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan seperti infeksi saluran pernapasan akut, pneumonia, asma, hingga penyakit paru kronik.
Dalam praktik klinis, Agus mengaku mulai menemukan sejumlah kasus gangguan paru pada pengguna vape.
“Kasus yang sering ditemukan antara lain pneumonia, asma, hingga pneumotoraks atau paru-paru bocor,” katanya.
Ia juga menyoroti potensi cedera paru akut akibat rokok elektronik atau yang dikenal sebagai EVALI, yang dalam beberapa kasus dapat menyebabkan sesak napas berat hingga memerlukan perawatan intensif.
Selain itu, Agus mengatakan paparan zat dari vape juga dapat berdampak pada pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung serta stroke dalam jangka panjang.