Pria 53 Tahun di Desa Pergam Ditemukan Meninggal Tergantung Tali
Polisi melakukan evakuasi jenazah korban di pondok kebun Desa Pergam. --Foto Ilham
BABELPOS.ID, TOBOALI – Seorang pria berinisial HU (53), warga asal Lampung yang telah menetap di Desa Pergam, Kecamatan Airgegas, Kabupaten Bangka Selatan, ditemukan meninggal dunia tergantung tali di pondok kebun sawit di kawasan hutan Banti, Desa Pergam, Kamis (06/08) malam.
Informasi mengenai kejadian tersebut diterima sekitar pukul 20.30 WIB. Korban diketahui tinggal di pondok kebun bersama istrinya, NA (50), yang sehari-hari bekerja sebagai ibu rumah tangga.
Sebelum kejadian, korban diketahui sempat mengeluhkan sakit kepala yang telah dirasakannya sejak Rabu (05/08). Lalu, pada Kamis sore sekitar pukul 17.00 WIB, korban kembali mengeluhkan kondisi tersebut kepada istrinya.
Sekitar pukul 18.30 WIB, korban sempat beristirahat di dalam pondok. Setelah terbangun, korban meminta istrinya membantu mengerok bagian kakinya karena keluhan sakit kepala yang dirasakan semakin berat.
Dalam kondisi tersebut, korban sempat menyampaikan kepada istrinya keinginan untuk mengakhiri hidup karena tidak tahan dengan sakit yang dideritanya. Tidak lama kemudian, korban keluar dari pondok. Istri korban yang berada di dalam pondok kemudian mendengar suara dari sekitar bagian bawah pondok. Setelah beberapa saat, saksi keluar untuk mencari korban dan mendapati suaminya sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri.
BACA JUGA:Geger! Ada Pemuda Tewas Tergantung di Stadion Namang
BACA JUGA:Bertengkar dengan Pacar, Duda Anak Satu di Pangkalpinang Ditemukan Tewas Tergantung
Saksi kemudian meminta bantuan kepada tetangga kebun berinisial JD. Sekitar 20 menit kemudian, JD bersama sejumlah pekerja kebun tiba di lokasi dan membantu menangani kejadian tersebut.
Peristiwa itu selanjutnya dilaporkan kepada Kepala Desa Pergam dan diteruskan kepada Bhabinkamtibmas Desa Pergam. Personel piket Polsek Airgegas yang menerima laporan kemudian mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penanganan dan pemeriksaan awal.
Korban selanjutnya dievakuasi ke RSUD Bangka Selatan di Toboali. Berdasarkan pemeriksaan awal di rumah sakit, tidak ditemukan tanda-tanda yang mengarah pada kekerasan atau penganiayaan terhadap korban.
Kapolsek Airgegas IPTU William Situmorang melalui Kasi Humas Polres Bangka Selatan AKP Mardian Syafrizal membenarkan adanya peristiwa tersebut.
"Kepolisian masih melakukan penanganan sesuai prosedur untuk memastikan seluruh fakta terkait kejadian tersebut," kata IPTU William Situmorang, Sabtu (08/08) pagi.
Sementara itu, Johan warga setempat mengatakan bahwa korban tersebut merupakan warga lampung yang bekerja dengan bos inisial AB yang berusaha di Desa Pergam.
"Kalau dak salah korban ini bekerja dengan bos sawit dari Lubuk bang," kata dia.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
