BABELPOS.ID, PANGKALPINANG - Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Maret 2026 mencatatkan inflasi bulanan sebesar 0,41% (month to month/mtm) dan inflasi tahunan 1,87% (year on year/yoy).
Angka tersebut masih berada dalam rentang target inflasi nasional yaitu 2,5±1%, serta lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang tercatat sebesar 3,48% (yoy).
Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), prestasi ini menjadikan Bangka Belitung sebagai daerah dengan inflasi tahunan terendah kedua di tingkat nasional.
BACA JUGA:Guna Perkuat Arah Pembangunan Inklusif dan Berkelanjutan, Pemkab Basel Musrenbang RKPD 2027
Secara bulanan, kenaikan indeks harga didorong oleh kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau, dengan komoditas utama yang mengalami kenaikan harga adalah cumi-cumi, udang, dan daging ayam ras.
Sementara itu, secara tahunan, inflasi didorong oleh kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya, khususnya komoditas emas perhiasan akibat pengaruh kenaikan harga global.
Tekanan kenaikan harga komoditas daging ayam ras dan cumi-cumi pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Imlek, Ramadhan, hingga Idulfitri 1447 H juga relatif lebih terkendali dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
BACA JUGA:Kepala BPS Babel Sambut Langkah WFA Untuk Efisiensi BBM
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rommy S. Tamawiwy, menyampaikan bahwa pencapaian inflasi terkendali tersebut merupakan hasil kerja sama antara Bank Indonesia dan Pemerintah Daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
"Kami bersama Pemerintah Daerah menjalankan komitmen sesuai tupoksi masing-masing untuk menjaga inflasi berada pada sasaran target dan menahan tekanan dari bahan pangan yang cenderung fluktuatif," ujar Rommy dalam keterangan resmi pada Kamis (2/4/2026).
BACA JUGA:Jelang Puncak Cheng Beng, Polresta Pangkalpinang Gencarkan Patroli di Perkuburan Sentosa
Berbagai langkah konkret telah dijalankan pada periode HBKN tahun ini, antara lain penyelenggaraan Operasi Pasar Murah (OPM) dan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebanyak 46 kali di berbagai titik di seluruh wilayah Bangka Belitung.
Sebanyak 31 di antaranya difasilitasi oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Selain itu, Bank Indonesia juga memfasilitasi distribusi 18,5 ton daging sapi beku dari Bekasi ke Kabupaten Belitung Timur.