10. Kentang
Kentang tidak dianjurkan dimakan mentah karena mengandung solanin dan chaconine, senyawa beracun yang berbahaya bagi tubuh.
Selain itu, pati mentah dalam kentang juga dapat menimbulkan gangguan pencernaan. Oleh sebab itu, memasaknya sampai matang menjadi pilihan paling aman sebelum dikonsumsi.
BACA JUGA:Buah dan Sayur Ini Bagus Buat Pencernaan Saat Puasa
BACA JUGA:Begini Pengaruh Kebiasaan Tidur Larut Malam pada Berat Badan
11. Kubis dan sayuran brassica
Brokoli, kembang kol, dan kubis brussel kaya akan glukosinolat yang dapat diubah menjadi senyawa antikanker.
Mengukus sayuran ini membantu mempertahankan vitamin C dan enzim mirosinase yang diperlukan untuk proses tersebut.
Dengan memotong brokoli dan mendiamkannya sekitar 40 menit sebelum dimasak, juga dapat mengaktifkan enzim alami tersebut.
12. Paprika
Paprika mengandung banyak karotenoid dan antioksidan seperti beta-karoten, beta-kriptoksantin, dan lutein.
Proses pemanasan membantu memecah dinding sel sehingga nutrisi lebih mudah diserap oleh tubuh.
Merendam paprika dalam air panas sebaiknya dihindari karena vitamin C dapat larut. Sebagai alternatif, cobalah dengan memanggang paprika sebelum dikonsumsi.
13. Seledri
Seledri ternyata memiliki banyak nutrisi saat dimasak. Cara memasaknya bisa menggunakan microwave, dipanggang, atau ditumis untuk menjaga aktivitas antioksidan. Sebaliknya, jika direbus, kadar antioksidan pada seledri akan turun hingga 14 persen.
14. Terong