Namun, sejumlah catatan juga muncul terkait penguatan kompetensi lulusan agar lebih adaptif terhadap dinamika dunia kerja.
Salah satu peserta menyoroti pentingnya mata kuliah kewirausahaan.
“Guru juga perlu memiliki kemampuan wirausaha agar lebih mandiri dan inovatif,” ungkapnya.
BACA JUGA:Bank Sumsel Babel Tetapkan Pembagian Dividen Rp302,9 Miliar dalam RUPS Tahunan Tahun Buku 2025
Apresiasi juga diberikan terhadap rencana mata kuliah kewarganegaraan lingkungan.
Peserta mengusulkan agar fokus pembelajaran dipertajam pada isu lingkungan pertambangan, mengingat hal tersebut sebagai karakteristik wilayah Bangka Belitung.
Melalui pendekatan tersebut, metode pembelajaran berbasis studi kasus (case method) dapat diarahkan untuk menganalisis persoalan pertambangan secara lebih kontekstual.
BACA JUGA:Spesifikasi Infinix Note 60 Pro, Smartphone dengan Panel Notifikasi Aktif di Modul Kamera
Selain itu, terdapat usulan menghadirkan mata kuliah keolahragaan. Calon pendidik dinilai perlu memiliki pola hidup sehat sebagai bagian dari profesionalitas.
“Jangan sampai ada guru yang tidak suka olahraga.
Itu bagian dari menjaga kebugaran saat mengajar,” ujar salah satu peserta disambut tawa ringan forum.
BACA JUGA:Beraksi di 7 Lokasi di Bangka, Residivis Tak Berkutik di Tangan Tim Kelambit
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Prof. Dr. Sapriya, S.Pd., M.Ed., selaku narasumber menyampaikan bahwa penyusunan kurikulum OBE Prodi PPKn UBB telah dirancang dengan pertimbangan matang serta memiliki penciri yang membedakannya dari program studi serupa di perguruan tinggi lain.
“Tentu ada beberapa hal yang perlu saya sampaikan dalam diskusi terbatas agar kerangka keilmuannya semakin terarah,” ungkapnya dalam forum terbuka.
Kegiatan ini turut dihadiri berbagai unsur internal UBB maupun eksternal.
Unsur eksternal yang turut hadir ialah perwakilan sekolah tingkat SMP dan SMA, MA, MGMP PPKn, PGRI, penerbit CV. Dapur Kata, dan Bangka Pos.