Lapas Pangkalpinang Luncurkan Kompos Perdana dari Limbah PLTU, Dukung Program Akselerasi Menteri Imipas

Rabu 18-02-2026,14:34 WIB
Reporter : Agus Putra
Editor : Govin

BABELPOS.ID, PANGKALPINANG - Lapas Kelas IIA Pangkalpinang meresmikan pengiriman perdana produk kompos hasil kerja sama dengan UMKM Green Soil Bangka Tengah, yang dibina PT PLN Nusantara Power Services Unit PLTU 3 Bangka Belitung, Rabu (18/2/2026).

Acara ditandai dengan pemotongan pita dan penyiraman air kendi oleh Plt Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kepulauan Bangka Belitung, Gunawan Sutrisnadi.

BACA JUGA:Lapas Pangkalpinang Luncurkan Kompos Perdana dari Limbah PLTU, Dukung Program Akselerasi Kemenkumham

Kegiatan ini dihadiri Manager Unit PLTU 3 Bangka Belitung I Gusti Ngurah Putra Astawa, Camat Gerunggang Richard Syam, dan sejumlah pejabat struktural Lapas Kelas IIA Pangkalpinang.

Kalapas Pangkalpinang Sugeng Indrawan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah penting untuk pemberdayaan melalui kolaborasi Lapas dengan pihak eksternal.

 BACA JUGA:Jelang Ramadhan 1447 H, Sat Pol PP Bangka Tertibkan Penjualan Minuman Keras

"Kami pernah bekerja sama dengan PLT Air Anyir tahun 2025 hingga tahap pelatihan warga binaan.

Hari ini kami bangga kirim kompos perdana hasil kerja sama dengan UMKM Green Soil," ujarnya.

Menurut Sugeng, dengan sumber daya yang ada, pihaknya berusaha maju dengan dukungan luar untuk berikan sumbangsih positif bagi masyarakat.

Program ini bukan hanya pencitraan, melainkan bukti bahwa warga binaan bisa diberdayakan dengan keterampilan yang bermanfaat.

 BACA JUGA:Selama Ramadhan Pelayanan RSUD Kriopanting Tetap Berjalan Optimal

"Kami harap keterampilan yang didapat bisa jadi kegiatan mandiri setelah mereka bebas, agar bisa mandiri dan tidak mengulangi tindak pidananya," jelasnya.

Sementara Manager Unit PLTU 3 Bangka Belitung I Gusti Ngurah Putra Astawa mengaku terkejut sekaligus gembira karena program yang sempat dikhawatirkan berhenti bisa berkembang hingga produksi kompos dari Fly Ash Bottom Ash (FABA).

 BACA JUGA:Jejak Sejarah Dunia di Museum Timah Indonesia Mentok Menarik Pengunjung Mancanegara

"Tahun lalu kami latih pembuatan batako dari FABA.

Kategori :